Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Luka Dalam Angka, 11 Kasus Kekerasan dalam 19 Hari Terjadi di Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Jumat, 20 Juni 2025 | 09:44 WIB
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (jawapos/freepik)
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (jawapos/freepik)

BANJARMASIN – Kurang dari tiga pekan, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin sudah menangani 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jumlah ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang terus meningkat sejak awal tahun 2025.

"Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada luka, ada trauma, dan ada tangis yang tidak semua orang tahu," ucap Kepala UPTD PPA Banjarmasin, Susan, Kamis (19/6).

Bila ditotal sejak Januari, maka jumlah kasus yang ditangani sudah mencapai 87 kasus.

Rinciannya adalah Januari 25 kasus, Februari 24, Maret 3, April 11, dan Mei 13 kasus. Lalu ditambah Juni 11 kasus dalam kurun waktu 19 hari.

"Ini mencakup kekerasan seksual, fisik, psikis, sampai KDRT (kekeradan dalam rumah tangga). Bahkan korban anak laki-laki jumlahnya hampir setara dengan anak perempuan," jelas dia.

Dari total korban, anak laki-laki tercatat 28 orang, sementara anak perempuan 20 orang, dan perempuan dewasa 29 orang.

Tingginya jumlah korban ini bukan berarti Banjarmasin sedang darurat kekerasan, melainkan masyarakat mulai peduli. Mereka para korban sudah berani bersuara.

"Kalau dulu diam, sekarang mereka bicara. Itu bentuk keberanian yang luar biasa," ujarnya.

Bukan hanya menampung aduan, pihaknya juga gencar menjalankan dua program andalan ke sekolah-sekolah, yakni Sosialisasi Hindari Bullying (Sohib) dan Komunikasi Perlindungan Anak di Sekolah (Kompas).

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan guru di sekolah, dan orang tua di rumah. Anak-anak harus merasa aman di manapun mereka berada," tegasnya.

Dia mengajak masyarakat tidak diam jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan maupun anak yang terjadi di sekitar lingkungannya.

"Tidak ada kata terlambat. Semua bisa berubah kalau kita bergerak bersama," pungkas Susan. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Anak #KDRT #banjarmasin #Perempuan #kekerasan