BANJARBARU – Penutupan total Jembatan A Yani Km 31 Banjarbaru atau depan Kolam Renang Antasari resmi dimulai pada Selasa (10/6) pagi. Pantauan di Simpang Tiga Brimob Banjarbaru, arus lalu lintas yang dialihkan ke Jalan Karang Rejo Palam tampak ramai lancar.
Namun, masih ada pengendara yang kebingungan dengan adanya pengalihan jalan. “Saya tanya saja (kepada petugas, red) nanti pulangnya ke mana, karena rumah saya dekat jembatan. Kalau berangkat saya dikasih jalan, cuma pulangnya saja saya lewat mana,” kata warga Loktabat Utara, Utami.
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kalsel, M Arief mengklaim rekayasa lalu lintas di hari pertama masih lancar. Apalagi di hari pertama penutupan belum terlihat secara signifikan dampak dari penutupan jembatan.
“Memang di hari pertama penutupan belum kelihatan seperti apa. Apalagi di pagi puncaknya seperti apa, dan sore hari. Makanya kita lihat seperti apa sebetulnya hasil rekayasa hari ini,” ungkapnya
Rekayasa lalu lintas ini tidak hanya dievaluasi di titik lokasi penutupan Km 31 saja. Namun, dampaknya terhadap pengalihan arus ke Jalan Trikora, terutama di Bundaran Palam.
Kasatlantas Polres Banjarbaru, AKP Embang Pramono menyebut semua pengguna kendaraan terpantau melewati Jalan Trikora.
“Terjadi penambahan volume di simpang ini (Bundaran Palam, red). Tetapi, sudah kami antisipasi dengan menempatkan personel Satlantas Banjarbaru,” ucapnya.
Para personel sebagian ditempatkan di titik putar balik atau u-turn Guntung Manggis, hingga di Bundaran Masjid Agung. “Bundaran Palam kita tutup, dan jadikan dua arus. Sehingga arus memutar di u-turn depan BPS. Hal ini untuk mengurangi kemacetan," ucapnya
Embang Pramono mengimbau masyarakat untuk memperhitungkan waktu beraktivitas. Apalagi dari pantauan di hari pertama, kepadatan terjadi mulai pukul 06.30 Wita hingga 08.00 Wita.
Embang juga meminta pengendara angkutan berat hanya melewati ruas Jalan Trikora di luar jam sibuk. Hal ini akan disampaikan Embang dalam rapat forum lalu lintas tingkat Kalsel maupun Kota Banjarbaru.
Pedagang Pasar Brimob, Latifah turut khawatir karena lokasinya berusaha cukup berdekatan penutupan jembatan ini. Latifah khawatir omzet warungnya terdampak. "Seminggu (penutupan, red) saja, bagaimana anak saya sekolah dan makan,” katanya.
Latifah mengaku tidak pernah didatangi oleh instansi terkait untuk memberitahu adanya penutupan jembatan ini.
“Jangankan enam bulan (ditutup, red), setengah bulan saja saya pusing memikirkan untuk anak saya sekolah, makan dan bayar sewa tempat. Harapannya ada solusi untuk kami, bagaimana usaha kami,” ucapnya.
Sekadar informasi, proyek pembangunan ulang Jembatan Km 31 ini berlangsung selama lima bulan dengan penyedia jasanya adalah PT Salsabila Bangun Banua, dan konsultan pengawas PT Terasis Erojaya KSO CV Empat Belas. Nilai kontraknya Rp 10.265.021.000 dari APBN Tahun Anggaran 2025. Waktu pelaksanaan selama 244 hari kalender.
Editor: Eddy hardiyanto
Editor : Arief