Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Eksavator Amfibi Seharga 7,2 M, Bakal Jadi Senjata Baru Banjarmasin Tangani Sampah di Sungai

Riyad Dafhi Rizki • Senin, 9 Juni 2025 | 11:04 WIB
DUA ALAM: Ekskavator amfibi yang dibeli Pemko Banjarmasin saat beroperasi di kawasan Banua Anyar.
DUA ALAM: Ekskavator amfibi yang dibeli Pemko Banjarmasin saat beroperasi di kawasan Banua Anyar.

BANJARMASIN — Pemko Banjarmasin kini memiliki "senjata baru" dalam menjaga kebersihan sungai, yaitu ekskavator amfibi yang resmi beroperasi perdana pada Ahad (8/6).

Armada canggih ini dibeli seharga Rp7,2 miliar. Ditempatkan di Sungai Martapura, tepat di depan Pusat Daur Ulang (PDU) Banua Anyar.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengklaim alat ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah dan sedimentasi di sungai-sungai kota.

"Kami berharap ekskavator ini dapat beroperasi dengan baik dan menjadi alat utama untuk pengerukan sungai sekaligus mengangkat eceng gondok yang selama ini jadi momok," ujarnya.

Berbeda dari alat berat biasa, ekskavator amfibi ini memiliki keunggulan mampu beroperasi di darat maupun di air.

Dengan kemampuan tersebut, alat ini dianggap tepat untuk membersihkan sampah yang mengendap di dasar sungai, mengatasi gulma, serta mengeruk sedimen yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Yamin bilang, salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah sungai selama ini adalah kondisi sungai yang dangkal dan sulit dijangkau alat berat konvensional.

"Ekskavator ini dirancang khusus untuk mengatasi kendala tersebut. Namun, karena ukurannya cukup besar, penggunaannya lebih cocok di sungai yang lebar dan dalam," jelas Yamin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan pembelian ekskavator amfibi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk revitalisasi sungai.

"Alat ini diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan sampah di sungai besar, sekaligus menjaga fungsi ekologis sungai sebagai urat nadi kehidupan masyarakat," ujar Suri.

Ekskavator ini memiliki kapasitas angkut hingga 20 ton, diklaim mampu bekerja maksimal di berbagai kondisi sungai.

Pengoperasiannya akan dikelola UPTD Sungai dan Drainase di bawah PUPR.

Kepala Bidang Sungai Banjarmasin, Hizbul Wathony menambahkan, saat ini ekskavator amfibi difokuskan untuk membantu pembersihan di sungai sekitar PDU Banua Anyar, khususnya untuk eceng gondok yang sudah tertangkap di perangkap sampah (thrash boom) yang telah dibangun sebelumnya.

"Setelah perangkap ilung dibuat, memang dibutuhkan alat khusus yang mampu membersihkan dan mengangkut sampah di sana, dan ekskavator ini sangat cocok untuk tugas itu," jelas Thony, sapaannya.

Selain Sungai Gampa, alat ini juga akan digunakan untuk pengerukan sedimen di sungai-sungai besar lain seperti Sungai Martapura di tengah kota dan Sungai Muara Kelayan.

"Terutama di muara sungai dan sungai besar yang sering mengalami pendangkalan," tandasnya. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Sungai #Sampah