BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bakal membatasi jam operasional truk dan kendaraan angkutan berat di sejumlah ruas jalan utama. Kebijakan ini diterapkan menyusul proyek pembangunan ulang Jembatan Sungai Ulin yang membuat akses Jalan A Yani Km 31 ditutup total mulai 10 Juni hingga 15 September 2025.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru, Mirhansyah menyebutkan bahwa pembatasan dilakukan guna menghindari kepadatan lalu lintas, khususnya di jalur alternatif seperti Jalan Trikora. “Truk dan mobil angkutan berat tidak boleh beroperasi di jam sibuk. Mulai pukul 06.00 hingga 09.00 pagi, dan sore hari pukul 16.00 sampai 20.00 Wita,” ujarnya, Jumat (30/5).
Langkah ini diambil karena Jalan Trikora akan menjadi jalur utama pengalihan arus lalu lintas saat proyek jembatan berlangsung. Dengan kapasitas jalan yang terbatas, Dishub khawatir kehadiran truk dalam volume besar bisa menambah kemacetan dan memperbesar risiko kecelakaan. “Jalan Trikora akan sangat padat karena jadi rute utama pengganti A Yani. Kalau truk tetap beroperasi di jam sibuk, bisa bahaya,” tambahnya.
Pembatasan ini berlaku di seluruh wilayah Kota Banjarbaru yang terimbas arus lalu lintas pengalihan. Termasuk di kawasan pusat kota dan daerah padat aktivitas seperti Trikora dan Sungai Ulin.
Selain pembatasan operasional truk, Dishub juga melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Salah satunya di Bundaran Palam dan U-Turn depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel.
Kabid Lalu Lintas dan Jalan (LLJ) Dishub Banjarbaru, Adi Royan Pratama mengungkapkan bahwa u-turn di depan Kantor BPS akan dijadikan dua arah dan diperlebar untuk mengakomodasi peningkatan arus kendaraan. “Dinas PUPR Provinsi akan melebarkan u-turn agar kendaraan bisa berbalik arah lebih mudah,” kata Adi Royan.
Sementara itu, satu sisi akses di Bundaran Palam juga resmi ditutup sejak Rabu (28/5) pukul 09.00 Wita. Penutupan dilakukan menggunakan road barrier oleh Dishub Banjarbaru dan Dishub Kalsel, didampingi Satlantas Polres Banjarbaru. “Penutupan dilakukan karena Bundaran Palam diprediksi akan mengalami lonjakan lalu lintas akibat proyek jembatan,” jelasnya. Pengendara dari arah Cempaka yang hendak menuju Palam atau Guntung Manggis harus menggunakan jalur putar balik.
Penutupan akses ini akan berlangsung selama masa pembangunan jembatan. “Rekayasa ini untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama proyek berlangsung,” pungkas Adi.
Editor : Muhammad Rizky