BANJARBARU - Penutupan akses jalan di Jembatan Sungai Ulin Jalan A Yani Banjarbaru Km 31 yang dimulai 1 Juni 2025, berdampak pada layanan transportasi umum Trans Banjarbakula.
Khususnya pada trayek koridor 1A dan 1B. Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel memastikan akan ada perubahan sementara jalur operasional bus massal yang akrab disebut Bus Tayo ini.
Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi menyampaikan perubahan rute ini dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional selama masa perbaikan jembatan.
“Benar, mulai 1 Juni nanti, jalur layanan untuk koridor 1A dan 1B Bus Trans Banjarbakula akan dialihkan sementara. Hal ini terkait dengan ditutupnya akses di Jembatan Sungai Ulin Km 31,” ungkap Fitri Hernadi, Rabu (28/5/2025) petang.
Untuk menghindari titik penutupan, bus akan dialihkan melalui Jalan Karang Rejo, masuk ke Jalan Trikora, lalu menyambung ke Jalan RO Ulin dan kembali ke Jalan A Yani Km 33.Akibat perubahan jalur tersebut, beberapa halte tidak akan terlayani selama masa penutupan.
Halte-halte yang terdampak antara lain Halte Masjid Hajjah Nuriyah, Halte Arutmin, dan Halte RO Ulin Pal 33 (Titik B).
“Arah sebaliknya dari Martapura ke Banjarmasin pun akan mengikuti jalur yang sama. Perubahan ini sifatnya sementara, demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Fitri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Mitra Darat guna memantau posisi bus dan titik-titik halte yang masih beroperasi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, dan berharap masyarakat bisa memaklumi,” katanya.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker) Wilayah 2 Kalsel, Budianto menjelaskan alasan di balik pembongkaran jembatan tersebut.
Menurutnya, kerusakan pada oprit jembatan yang terjadi pada akhir 2024, menjadi dasar dilakukannya proyek perbaikan tahun ini.
“Jembatan di Km 31 ini sempat rusak di bagian oprit akhir tahun lalu. Kami usulkan perbaikan, dan akhirnya mendapat pendanaan dari APBN tahun anggaran 2025 sebesar Rp10 miliar,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa struktur utama jembatan yang menggunakan kayu ulin telah dua kali mengalami pelebaran.
Namun, kini bagian utamanya dinilai perlu ditingkatkan, termasuk menaikkan elevasi jembatan untuk menunjang kekuatan konstruksi.
“Ada sedikit kenaikan elevasi. Meski proyek ini berdampak pada lalu lintas dan warga sekitar, kami sudah koordinasikan dengan Dinas PUPR Banjarbaru,” sebut Budianto.
Penutupan jalan ini diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, hingga proyek selesai. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Pemerintah terkait perkembangan proyek dan penyesuaian lalu lintas.
Editor : Fauzan Ridhani