BANJARMASIN – Sebanyak 3.245 relawan pemadam kebakaran (damkar) di Banjarmasin sedang dalam proses mendapatkan perlindungan asuransi melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Kabar ini diumumkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin, Hendro, dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional yang bertajuk "Mencegah Kebakaran dan Menjaga Pembangunan" di Balai Kota, Sabtu (24/5).
"Ini langkah nyata kami untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka," kata Hendro.
Selain program asuransi, Disdamkarmat juga akan menggelar pelatihan keselamatan berkendara (safety driving) pada Juni atau Juli mendatang.
Pelatihan ini hasil kerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan, khusus untuk sopir armada damkar.
"Tujuannya agar para sopir dapat menjalankan tugas dengan aman tanpa mengabaikan efisiensi," ujar Hendro.
Apel itu juga dimeriahkan dengan simulasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan hewan berbahaya. Edukasi ini bertujuan memastikan para relawan memahami tata cara penanganan darurat sesuai prosedur operasional standar (SOP).
"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan semua petugas memahami teknik dan SOP yang harus dijalankan di lapangan," tambah Hendro.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin berpesan kepada petugas damkar, baik yang di bawah naungan pemko ataupun swasta.
"Keselamatan adalah yang utama. Dalam setiap penanganan kebakaran, situasi harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada yang mengorbankan keselamatan sendiri atau orang lain," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tertib dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran. "Kesiapsiagaan itu bukan hanya soal cepat tiba, tetapi juga aman dan terkoordinasi," imbuhnya.
Mengapresiasi dedikasi para petugas damkar, Yamin menyebutkan bahwa mereka memiliki tugas mulia yang sangat dihargai oleh masyarakat. "Kepercayaan masyarakat kepada kalian sangat tinggi. Kami bangga memiliki relawan seperti kalian," tutupnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief