BANJARBARU - Akses Jalan A Yani Km 31 di Kota Banjarbaru akan ditutup total mulai 1 Juni 2025. Penutupan ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan ulang jembatan yang melintang di depan Kolam Renang Antasari, tepatnya di dekat Mako Brimob Polda Kalsel.
Langkah ini diambil agar proyek jembatan tersebut bisa selesai sebelum puncak pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul yang diperkirakan berlangsung pada Desember 2025. “Jembatan itu akan dibangun ulang oleh Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel. Target penyelesaiannya November 2025,” ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas dan Jalan Dishub Banjarbaru, Adi Royan Pratama, Kamis (22/5) sore.
Menurut Adi, penutupan total menjadi opsi terbaik agar proses pembongkaran dan pembangunan jembatan bisa berjalan lebih efisien. “Kalau ditutup separuh-separuh, pembongkaran bisa lebih lama dari target. Ini sangat berisiko mengingat Desember nanti ada Haul Sekumpul. Jadi kami usulkan penutupan penuh,” jelasnya.
Dishub Banjarbaru bersama BPJN telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengalihkan arus lalu lintas selama masa pembangunan berlangsung. Pertama, rute alternatif dari Banjarmasin menuju bandara adalah melalui jalan baru bandara, dilanjutkan ke Jalan Bina Putra, dan kemudian Jalan Sapta Marga. “Ketiga jalur ini akan bertemu di Jalan Karang Anyar I, yang langsung mengarah ke bandara,” terangnya.
Dari Jalan Karang Anyar I, belok kiri menuju Jalan Kebun Karet, lalu keluar di SPBU Loktabat. “Selanjutnya, belok kiri untuk mencapai Simpang Empat Banjarbaru dan melanjutkan perjalanan ke arah Hulu Sungai,” tambah Adi Royan.
Untuk alternatif kedua, bagi pengguna jalan dari Martapura atau Hulu Sungai, bisa masuk ke Jalan Trikora setelah melewati Bundaran Simpang Empat dan Jalan Mistar Cokrokusumo. Setelah itu, belok kanan untuk kembali masuk ke Jalan Trikora, dan ikuti jalan tersebut sampai ke perempatan LIK Liang Anggang.
“Untuk kendaraan kecil dengan tujuan Banjarmasin, bisa masuk ke Jalan A Yani lewat alternatif di Jalan RO Ulin menuju Jalan Trikora,” tegasnya.
Pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung. “Kami imbau masyarakat untuk memahami kebijakan ini. Tujuan utamanya agar pembangunan jembatan bisa selesai tepat waktu, sehingga tidak mengganggu Haul Guru Sekumpul yang selalu menyedot perhatian nasional,” pungkasnya.
Simulasi Pengalihan Arus
Pengendara yang biasa melintas di Jalan A Yani Km 31, tepatnya di kawasan Jembatan Sungai Ulin, perlu bersiap. Mulai awal pekan depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru akan melakukan simulasi pengalihan arus lalu lintas sebagai langkah awal menuju penutupan total akses jalan untuk proyek penggantian jembatan. Simulasi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/5) atau Selasa (27/5), yang dilakukan pada jam-jam sibuk, yakni pada pagi dan sore hari.
Pengujian rekayasa lalu lintas akan dilakukan pada pukul 07.00–16.00 Wita, dan dilanjutkan pukul 16.00–18.00 Wita. “Kami akan laksanakan simulasi rekayasa lalu lintas sebagai bentuk sosialisasi awal kepada masyarakat. Rencana pelaksanaan tanggal 26 atau 27 Mei ini,” kata Adi Royan Pratama.
Pengguna jalan dari arah Banjarmasin maupun Hulu Sungai disarankan untuk menggunakan jalur alternatif. “Kami mengimbau agar pada saat hari uji coba, silakan menggunakan jalur alternatif yang kami siapkan,” tegasnya.
Secara khusus, untuk kendaraan besar seperti bus AKAP dan angkutan barang berdimensi besar, Dishub mewajibkan mereka melintasi Jalan Trikora selama masa penutupan maupun simulasi berlangsung. “Untuk kendaraan besar wajib melalui Trikora. Ini untuk mencegah penumpukan dan kemacetan di titik utama,” tegas Adi Royan.
Penyesuaian Jalur Bus Trans Banjarbakula
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru ingin memastikan pengalihan arus lalu lintas nanti tidak mengganggu jalur transportasi Bus Trans Banjarbakula. ”Bus Trans Banjarbakula jalur Terminal Gambut KM 17 - Terminal Simpang Empat Banjarbaru, akan dialihkan ke Jalan Trikora,” ungkap Adi Royan Pratama.
Moda transportasi umum yang dikenal dengan nama ‘Bus Tayo’ ini, kata Adi Royan, masih bisa menurunkan penumpang di halte tersedia sebelumnya. Nantinya, bus yang datang dari arah Banjarmasin, akan dialihkan ke Jalan Karang Rejo (samping Mako Brimob Polda Kalsel) menuju Bundaran Palam. Dari sana kemudian berbelok ke Jalan Trikora, dan masuk ke Jalan RO Ulin untuk kembali masuk ke Jalan A Yani menuju Terminal Simpang Empat Banjarbaru.
Begitu juga sebaliknya, bus yang menuju Terminal Gambut KM 17 yang datang dari Jalan A Yani akan dibelokkan ke arah RO Ulin menuju Jalan Trikora. “Nanti di Bundaran Palem jalurnya diarahkan ke A Yani melewati samping Brimob (Jalan Karang Rejo),” pungkasnya.(zkr/gr/dye)
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief