Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Melawan Pelupaan dan Pembiaran, Jumat Kelabu Banjarmasin Diperingati

Riyad Dafhi Rizki • Jumat, 23 Mei 2025 | 06:00 WIB
AKSI KAMISAN: Peringatan Jumat Kelabu yang terjadi pada 28 tahun silam di perempatan Jalan Lambung Mangkurat, kemarin (22/5).
AKSI KAMISAN: Peringatan Jumat Kelabu yang terjadi pada 28 tahun silam di perempatan Jalan Lambung Mangkurat, kemarin (22/5).

BANJARMASIN – Peristiwa kelam yang terjadi pada 23 Mei 1997, yang dikenal masyarakat sebagai Jumat Kelabu, tidak boleh terulang di Kota Banjarmasin.

Kini, 28 tahun berlalu, ingatan akan tragedi tersebut terus hidup di hati sebagian orang.

Kamis (22/5) sore, sekelompok pemuda berpakaian hitam yang kerap menggelar Aksi Kamisan, berkumpul di simpang empat Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah.

Mereka menggelar aksi bertajuk "Menolak Lupa, Tragedi Jumat Kelabu" sebagai upaya memperingati tragedi dalam sejarah kota ini.

Salah seorang demonstran, Muhammad Khafi menjelaskan gerakan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap pelupaan dan pembiaran yang menyelimuti tragedi tersebut.

"Saat itu, ratusan nyawa melayang, ribuan orang terluka, dan kota ini berubah menjadi ladang kekerasan. Namun hingga kini, negara belum membuka kebenaran sepenuhnya," tegasnya.

Khafi menyebut, hingga saat ini, tidak ada satupun pelaku yang dihadapkan ke meja hukum.

Ini menjadi bukti nyata bahwa tragedi Jumat Kelabu belum selesai. "Ini adalah luka lama, luka sejarah yang tidak bisa ditutup-tutupi. Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlalu tanpa ada kejelasan," imbuhnya.

Selain menyerukan penegakan hukum bagi para aktor yang terlibat, Khafi dan rekan-rekannya juga menuntut adanya pemulihan bagi para korban serta keluarga mereka.

"Pengakuan resmi, kompensasi yang layak, dan rehabilitasi bagi korban adalah langkah yang harus dilakukan. Ini bukan hanya soal keadilan, tapi juga soal kemanusiaan," harapnya.

Aksi ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah bahwa tragedi seperti Jumat Kelabu tidak boleh terulang lagi.

Dengan menyuarakannya, mereka berharap luka lama ini dapat ditutup dengan cara yang benar—melalui pengungkapan fakta dan pemulihan yang menyeluruh.

"Perjuangan kami adalah untuk memastikan bahwa tragedi ini diingat, dipahami, dan ditindaklanjuti. Karena lupa adalah bentuk penghinaan terhadap mereka yang telah menjadi korban," pungkas Khafi. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#jumat kelabu #banjarmasin #kamisan #aksi