Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Prihatin Pasar di Banjarmasin Sepi, Begini Kata Wakil Dewan

Riyad Dafhi Rizki • Senin, 19 Mei 2025 | 11:17 WIB
LESU: Potret sepinya pengunjung di Pasar Baru, Banjarmasin Tengah.
LESU: Potret sepinya pengunjung di Pasar Baru, Banjarmasin Tengah.

BANJARMASIN - Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Hendra prihatin terhadap kondisi pedagang di pasar konveksi tradisional yang dihimpit zaman.

Ia menyoroti dampak maraknya platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, yang membuat pedagang pasar tradisional kehilangan daya saing.

"Kondisi ekonomi saat ini juga memperparah situasi, daya beli masyarakat turun, hingga banyak yang gulung tikar," kata Hendra, Ahad (18/5).

Ia menyerukan agar Pemko Banjarmasin memberikan kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada pedagang.

Menurutnya, bantuan seperti pengurangan retribusi atau subsidi sangat diperlukan untuk menopang usaha para pedagang pasar tradisional.

Selain itu, Hendra mendorong para pedagang untuk mulai merambah dunia digital.

Sarannya, penerapan pembayaran digital seperti QRIS dan model penjualan hybrid, yakni kombinasi offline dan online.

"Kami berharap pedagang memulai digitalisasi. Dengan begitu, mereka bisa bersaing dan memperluas pasar," jelasnya.

Namun, ketika ditanya mengenai potensi pemko mengembangkan platform e-commerce sendiri, Hendra mengaku skeptis. Menurutnya, platform lokal lebih cocok untuk memasarkan produk khas Banjar daripada barang umum seperti pakaian.

Selain tantangan digitalisasi, masalah klasik di pasar tradisional seperti fasilitas yang tidak memadai juga menjadi perhatian.

Hendra menyoroti keluhan pedagang terkait lingkungan pasar yang kumuh, kotor, serta buruknya sistem parkir.

"Jika pedagang masih membayar retribusi, sudah seharusnya pemko memberikan pelayanan yang layak. Revitalisasi pasar sangat mendesak," ujar legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Namun, ia mengakui bahwa rendahnya pendapatan dari retribusi sering menjadi alasan pemko enggan melakukan perbaikan.

Meski demikian, Hendra menegaskan pentingnya pengembalian retribusi dalam bentuk pelayanan yang nyata.

"Jangan sampai retribusi hanya dianggap sebagai sumber pendapatan daerah tanpa timbal balik yang dirasakan pedagang," pungkas Hendra.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Pasar #dewan