BANJARMASIN – Upaya Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin dalam mendukung program Universal Health Coverage (UHC) terus bergulir.
Program jaminan kesehatan gratis yang ditargetkan mencakup minimal 98 persen penduduk ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses kesehatan.
Namun, untuk menjamin ketepatan sasaran, Dinsos melakukan proses verifikasi yang ketat terhadap data warga miskin.
Kepala Dinsos Banjarmasin, Nuryadi menjelaskan tugas pihaknya adalah memvalidasi data penerima manfaat di lapangan, sementara pelaksanaan program menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tercatat ada sekitar 15 ribu jiwa warga miskin di Kota Banjarmasin. Setelah proses verifikasi, data tersebut disaring dan tervalidasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE), sistem baru yang mulai diterapkan tahun ini.
Hasilnya, jumlah warga miskin yang masuk dalam kategori penerima manfaat menyusut menjadi sekitar 7 ribu jiwa.
"Perubahan sistem ini penting untuk meningkatkan akurasi program bantuan sosial, termasuk UHC," ujar Nuryadi, kemarin (14/5).
Saat ini, cakupan UHC di Kota Banjarmasin telah mencapai lebih dari 90 persen. Namun, masih dibutuhkan verifikasi tambahan untuk memenuhi kuota sekitar 5 ribu jiwa lagi.
"Jumlah penerima manfaat sudah banyak, tapi kami terus memastikan semua berjalan tepat sasaran," tutupnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief