Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Banjarbaru kembali menggelar Job Fair pada 10-14 Mei 2025. Acara berlangsung di kawasan Lapangan Murdjani mulai pukul 15.00 hingga 20.00 Wita.
"Kegiatan ini bagian dari langkah kami membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran. Juga sebagai bentuk peningkatan kesempatan kerja dengan mempertemukan pencari kerja dan perusahaan," ujar Kepala Diskopumnaker Banjarbaru, Sartono, Jumat (9/5).
Baca Juga: Kecam Kantor Gersang, Komisi I DPRD Tapin Sidak Satpol PP dan Damkar
Job Fair tahun ini diikuti 20 perusahaan dengan total 619 lowongan kerja yang tersedia. Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, jasa keuangan, retail, alat berat, energi/gas, jasa pengiriman, outsourcing, pendidikan, hingga kesehatan dan kecantikan.
Jenis pekerjaan yang ditawarkan juga sangat beragam, mencakup posisi marketing, administrasi, keuangan, humas/HRD, frontliner, perawat, bidan, apoteker, radiologi, cleaning service, operator mesin, teknisi, satpam, hingga guru.
Dari data BPS diketahui bahwa dari total 201.213 penduduk usia kerja di Banjarbaru, sebanyak 65.942 warga tergolong bukan angkatan kerja yang umumnya adalah pelajar, mahasiswa, atau ibu rumah tangga.
Baca Juga: KPU Kalsel Cabut Status LPRI Sebagai Pemantau Pilkada Banjarbaru
Melalui kegiatan ini, pihak Diskopumnaker menargetkan minimal 600 pencari kerja dapat langsung ditempatkan atau mengisi lowongan yang tersedia. "Kami berharap angka pengangguran di Banjarbaru bisa turun menjadi 4,6 persen di tahun 2026," sambung Sartono.
Di sela-sela kegiatan Job Fair, Diskopumnaker juga menyediakan layanan pembuatan Kartu AK1 atau kartu pencari kerja khusus untuk warga Banjarbaru.
"Kartu AK1 sangat penting. Selain sebagai syarat melamar kerja di banyak perusahaan, data dalam kartu ini menjadi sumber informasi dan referensi pemerintah dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan," pungkasnya.
Editor : M. Ramli Arisno