BANJARMASIN - Peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional yang digelar Pemko Banjarmasin sepi. Sebab dua serikat pekerja di Banjarmasin, SPMI (Serikat Pekerja Metal Indonesia) dan SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) kompak tidak hadir.
Ketua SPMI Banjarmasin, Hamdani menyebut peringatan 1 Mei yang digelar Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) sejatinya untuk buruh, tapi mereka justru tidak diikutsertakan dalam penyelenggaraannya.
"Alasan dari dinas karena SK Dewan Pengupahan dan Triparti belum ditandatangani wali kota," beber Hamdani, Jumat (2/5).
Ia mengatakan, kepengurusan panitia hanya diisi orang-orang dinas. Dia pun heran, padahal serikat buruh di Banjarmasin hanya ada dua, tidak banyak. Pengurusnya pun masih tidak berubah, masih yang dulu.
"Meskipun belum ada SK, seharusnya dinas bisa membicarakan. Kami malah baru tahu setelah mendapat undangan acara May Day," tutur Hamdani.
Dia dan rekan-rekan serikat buruh juga sempat coba menemui Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. Tapi karena Yamin sedang sakit, pihaknya ditemui Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
"Bu Ananda berniat mempertemukan serikat dengan Disnaker pada hari Sabtu (26/4), tapi karena dijadwalkan terlalu tergesa-gesa, kita baru bisa bertemu pada hari Senin (28/4)," katanya.
Dalam pertemuan itu, sambung dia, dinas mengundang mereka untuk hadir di acara May Day. Tapi baik SPMI maupun SPSI menyerahkan sepenuhnya kepada semua anggota.
"Biasanya kami bagi dua, sebagian ikut acara pemprov, sebagian lagi di pemko," kata Hamdani.
Sementara Wakil Ketua SPSI Banjarmasin, Suntin Yono membeberkan alasan anggotanya tidak hadir dalam peringatan Hari Buruh di pemko dan lebih memilih mengikuti acara yang digelar pemprov, lantaran pihaknya merasa tidak pernah diajak diskusi.
"Karena tidak dilibatkan, jadi tidak mengharuskan kami untuk hadir," tegasnya, kemarin.
Sempat ada rencana untuk hadir di sesi dialog interaktif. Ternyata belakangan, acara tersebut dihilangkan dalam rundown. Ketika Dewan Pengupahan diikutkan dalam panitia, acara tersebut selalu ada.
Di momen itu, buruh bisa langsung menyampaikan unek-uneknya kepada pengusaha dan pemerintah.
Suntin berpesan, kepada dinas agar ke depan selalu menjalin komunikasi yang baik dengan serikat pekerja agar iklim industri dan investasi di kota ini kondusif.
"Masa buruh yang disuruh menjaga kondusivitas, seharusnya pemerintah yang menjaga," pungkasnya.
Radar Banjarmasin mengkonfirmasi masalah ini kepada Kepala Diskopumker Banjarmasin, Isa Ansari melalui pesan WhatsApp, tapi sampai berita ini diturunkan belum direspons.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief