BANJARMASIN - Perangkap sampah atau trash boom yang dipasang di kawasan Sungai Gampa, Banjarmasin Utara, saat ini dalam kondisi rusak.
Akibatnya, kiriman sampah dan gulma dari hulu dengan mudah mengalir masuk ke hilir Sungai Martapura yang berada di perkotaan.
Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathony mengungkapkan, kerusakan thrash boom itu disebabkan tingginya volume sampah yang datang pada awal tahun kemarin.
Banyaknya batang pohon besar yang terbawa arus juga memperparah kondisi ini. "Perangkap sampah itu masih dalam masa pemeliharaan, sehingga kami meminta penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan. Ini masih menjadi tanggung jawab mereka," jelas Thony, Kamis (1/5).
Menurut Thony, pampangan kiriman dari hulu sungai sering terjadi pada akhir tahun, terutama selama Oktober hingga Desember, saat intensitas hujan tinggi.
Kondisi ini sempat diantisipasi pada akhir tahun lalu, tetapi volume pampangan yang besar pada awal tahun membuat trash boom itu jebol.
Ke depan, PUPR berencana memperkuat perangkap sampah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan memperbaiki dan memperkuat perangkap sampah agar Banjarmasin bisa terbebas dari pampangan," tambahnya.
Persoalan sampah di sungai ini menjadi perhatian serius Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
Diakuinya bahwa kerusakan trash boom menyebabkan eceng gondok kembali mengepung Sungai Martapura. Yamin telah memerintahkan bawahannya untuk melakukan pembersihan.
"Kapal sapu-sapu harus lebih diaktifkan untuk menangani pampangan. Jangan sampai sampah terus berhamburan di sungai," ucap Yamin.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief