Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pedagang Tradisional Harus Melek Digital, Perumda Pasar Baiman Banjarmasin Beri Pelatihan

Riyad Dafhi Rizki • Senin, 28 April 2025 | 11:10 WIB
PELATIHAN: Seratus pedagang mengikuti pelatihan yang digagas Perumda Pasar Baiman di Sekber Khatib Dayan, Sabtu (26/4).
PELATIHAN: Seratus pedagang mengikuti pelatihan yang digagas Perumda Pasar Baiman di Sekber Khatib Dayan, Sabtu (26/4).

BANJARMASIN – Geliat pasar tradisional di Kota Banjarmasin menghadapi tantangan besar di tengah masifnya perkembangan e-commerce.

Untuk membantu pedagang tradisional beradaptasi, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman menggelar pelatihan UMKM Go Online di Sekretariat Bersama (Sekber) Khatib Dayan, Sabtu (26/4).

Sebanyak 100 pedagang ambil bagian dalam pelatihan ini. Tujuannya meningkatkan literasi digital dan memperkenalkan sistem jual beli berbasis aplikasi.

Direktur Operasional dan Bisnis Perumda Pasar Baiman, Azhar Budi menyatakan pasar online adalah keniscayaan. Jadi pedagang pasar tradisional perlu didorong agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Sebagaimana amanat perda, tugas kami adalah membina dan memberdayakan pedagang. Kami tidak mengubah pasar tradisional menjadi modern, tetapi pedagang harus mampu berdiri sejajar dengan pedagang online," jelas Azhar.

Dari sekitar 6.000 pedagang yang tersebar di berbagai pasar tradisional Banjarmasin, masih banyak yang belum familiar dengan teknologi digital.

"Sebagian besar pedagang kita minim pemahaman soal perdagangan online. Karena itu, pelatihan seperti ini penting agar mereka bisa ikut bersaing di era digital," ujarnya.

Pelatihan ini digadang-gadang menjadi agenda rutin Perumda Pasar Baiman, sebagai salah satu langkah mempertahankan eksistensi pasar tradisional di tengah arus digitalisasi.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak perubahan ini adalah Noni, seorang penjual pakaian dan kosmetik di Pasar Pandu, Banjarmasin Timur.

Ia mengaku bahwa penjualannya menurun drastis dalam dua tahun terakhir. "Dua tahun ini sepi sekali. Sekarang pembeli paling dari teman WhatsApp atau tetangga. Penjualan turun sampai lebih dari 50 persen. Bahkan untuk balik modal saja harus nunggu lama," keluhnya.

Noni menyambut baik upaya Perumda yang memberikan pelatihan ini. Harapannya, ini bisa membantu dirinya dan pedagang lainnya bersaing di platform digital.

"Mudah-mudahan kami bisa belajar dan memanfaatkan teknologi supaya usaha tetap bertahan," harapnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Teknologi #pedagang #Pasar #pelatihan