Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya jumlah ODGJ yang ditampung di fasilitas tersebut.
"Tahun ini Dinsos akan membangun klinik untuk melayani kesehatan ODGJ di rumah singgah," kata Kepala Dinsos Kota Banjarmasin Nuryadin usai pertemuan dengan DPRD Banjarmasin belum lama ini.
Nuryadin menegaskan bahwa rumah singgah yang berada di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan itu sebenarnya diperuntukkan bagi gelandangan, pengemis hingga lansia terlantar dengan kejiwaan normal.
Namun faktanya, belakangan ini penghuni didominasi oleh ODGJ.
"Saya tidak ingin rumah singgah dicap untuk tempat penanganan ODGJ, sebab kita juga banyak membantu orang terlantar," tandasnya.
Penghuni rumah singgah berasal dari berbagai sumber, ada yang terjaring operasi yustisi Satpol PP dan ada pula yang dijemput oleh petugas rumah singgah dari jalanan.
Meskipun tidak sedikit ODGJ yang berhasil sembuh, banyak di antara mereka yang tidak diterima kembali oleh masyarakat dengan berbagai alasan.
Untuk pembangunan klinik khusus ini, Dinsos telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar. "Anggaran pembangunan klinik sebesar Rp29 miliar," jelas Nuryadin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda, berjanji akan menyiapkan tenaga kesehatan khusus jiwa untuk ditugaskan di klinik rumah singgah, termasuk penyediaan obat-obatan.
"Sementara waktu dalam waktu dekat akan dibuatkan Pustu kesehatan jiwa," ujarnya.
Tabiun menekankan bahwa semua warga, termasuk ODGJ, berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
Hal ini sejalan dengan program Maju Sejahtera yang digaungkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin di bidang kesehatan.
"Saat ini masih dalam tahap konsultasi dengan Kementerian Kesehatan, semoga cepat rampung," tutup Tabiun.
Editor : M. Ramli Arisno