Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Benarkah Lebar Sungai Veteran Banjarmasin Menyempit? Normalisasi Dituding Hanya Akan Menguntungkan Pengusaha di Seberang Jalan

Riyad Dafhi Rizki • Kamis, 17 April 2025 | 11:05 WIB
REVITALISASI: Tahap pertama proyek revitalisasi Sungai Veteran ditargetkan rampung pada September 2026.
REVITALISASI: Tahap pertama proyek revitalisasi Sungai Veteran ditargetkan rampung pada September 2026.

BANJARMASIN – Proyek revitalisasi Sungai Veteran yang dibiayai dana hibah Bank Dunia disorot.

Mantan Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Anang Rosadi mengkritik desain revitalisasi yang disebut akan mempersempit lebar sungai.

Dikatakannya, sungai yang diapit jalan inspeksi dan jalan raya itu akan mengurangi ruang aliran air.

Bagian Sungai Veteran di belakang Kelenteng Soetji Nurani yang semula memiliki lebar 14 meter, nanti hanya akan tersisa 8 meter.

"Bantaran sungai di seberang Jalan Veteran itu tidak boleh diuruk," kata Anang, Rabu (16/4).

Dia juga menuding, pembangunan jalan inspeksi hanya akan menguntungkan pengusaha yang tinggal di seberang Jalan Veteran.

Anang mengkritik pula rencana penggunaan sistem pompanisasi untuk pengendalian banjir. Menurutnya, pompanisasi yang menelan miliaran rupiah, berpotensi menjadi pemborosan anggaran.

"Air di tanah rawa akan tetap datang dari berbagai arah. Pompanisasi tidak akan mampu menangkal banjir jika badan sungainya mengecil," ujarnya.

Ditegaskannya, masalah banjir di Banjarmasin berakar pada Sungai Martapura yang sudah penuh sebagai hulu dari anak sungai dan kanal di kota ini.

"Dengan kondisi seperti itu, Banjarmasin tetap akan banjir, apalagi jika aliran Sungai Veteran dipersempit," tutupnya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Satuan Kerja PJSA Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Ridwan Fauzi menjelaskan Sungai Veteran akan dilebarkan secara merata menjadi 8 meter dari hulu hingga ke hilir di Sungai Gardu.

"Saat ini, bagian sungai di belakang kelenteng memang lebih lebar, tetapi bagian lainnya sangat sempit, hanya sekitar 2-3 meter. Oleh karena itu lebarnya sungai akan dibuat seragam," terangnya.

Ridwan juga menyebutkan, pembangunan jalan inspeksi dimaksudkan untuk memberikan akses bagi area pertokoan di Jalan Veteran.

"Dengan adanya jalan inspeksi, pembangunan jembatan penyeberangan yang memakan badan sungai dapat dikurangi," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Hizbul Wathony mengatakan pihaknya juga akan mengeruk sungai. Supaya lebih dalam agar dapat menampung lebih banyak limpasan air.

"Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sungai dalam mengatasi aliran air," katanya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Sungai #Normalisasi