Pasalnya, besok (14/4/2025) distribusi air bersih di sebagian wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, bakal terhenti selama 24 jam.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni mengatakan, gangguan pelayanan ini disebabkan karena pemasangan pipa di beberapa titik vital.
“Salah satunya pemasangan 2 Gate Valve diameter 500 mm, untuk Booster Baru Lingkar Utara, di pertigaan Jalan Gubernur Syarkawi-Jalan Lingkar Utara,” ungkap Mahyuni saat dikonfirmasi, Minggu (13/4/2025).
Selain itu, lanjut Mahyuni, juga ada penggantian water meter electromagnetic diameter 630 mm, di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Syarkawi.
“Serta pergantian koneksi jaringan pipa transmisi dan distribusi ukuran (diameter) 500 mm, dari IPA Syarkawi ke Booster Lingkar Utara,” tambah Mahyuni.
Seluruh pengerjaan itu rencananya akan mulai dilaksanakan pada Senin, 14 April 2025 pukul 10.00 Wita. Sejak itulah pendistribusian air bersih ke pelanggan PTAM Intan Banjar akan mulai dimatikan.
“Ada 11 wilayah yang terdampak, sebagian besar adalah pelanggan di Kabupaten Banjar, sedangkan untuk di Banjarbaru ada dua wilayah,” jelasnya.
Berikut wilayah di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang terdampak:
Cabang 1:
- Gambut
- Kota Citra Graha
- Liang Anggang (arah ke Jalan Gubernur Subarjo)
- Handil Kandangan
Cabang 2:
- Kertak Hanyar
- Sungai Tabuk
- Sungai Lulut
- Tatah Makmur
- Tambak Sirang
- Aluh-aluh
- Beruntung Baru
11 wilayah itupun, belum tentu akan teraliri secara sempurna ketika proses pemasangan pipa selesai, dikarenakan perlu waktu untuk mengembalikan tekanan air ke pelanggan.
“Pengembalian tekanan, nanti menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Karena itulah, pihaknya mengimbau bagi warga yang terdampak untuk menyiapkan penampungan air sebelum waktu pekerjaan tersebut.
“Kami memohon maaf kepada pelanggan untuk ketidaknyamanan ini,” katanya.
Pengerjaan ini, tekan Mahyuni, bertujuan untuk optimalisasi pelayanan distribusi air bersih ke pelanggan PTAM Intan Banjar.
“Agar kualitas air yang kami produksi meningkat dan stabil, baik dari kualitas maupun kuantitasnya,” pungkas Mahyuni.
Editor : Sutrisno