BANJARMASIN – Penanganan sampah masuk dalam prioritas 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Ananda.
Untuk mengatasi krisis sampah yang semakin mendesak, mereka berencana membentuk tim percepatan penanganan sampah.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan penanganan yang lebih terarah dan efektif.
"Persoalan sampah ini akan ditangani secara menyeluruh," ujar Yamin, Kamis (10/4).
Tim yang akan dibentuk nanti melibatkan berbagai elemen, seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ahli lingkungan, dan praktisi pengelolaan sampah.
"Saya bahkan mempertimbangkan untuk memimpin langsung tim ini, dengan Forkopimda sebagai penanggung jawab, serta melibatkan pihak-pihak yang benar-benar memahami permasalahan sampah," imbuhnya.
Menurut Yamin, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan dukungan warga, Banjarmasin bisa lebih cepat keluar dari situasi darurat sampah.
"Semangat kami harus bersinergi dengan partisipasi warga. Tanpa kesadaran bersama, sulit untuk melihat perubahan yang signifikan," tuturnya.
Kegagalan DLH
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyoroti kegagalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengurusi sampah.
Bahkan, instansi ini berpotensi diaudit secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada kelalaian, apalagi praktik ilegal, yang menjadi penyebab krisis sampah yang melanda Kota Seribu Sungai.
Yamin menyatakan kesiapannya menurunkan tim audit jika diperlukan.
Pihaknya juga akan mengevaluasi pengelolaan tempat pengolahan sampah seperti TPS3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan PDU (Pusat Daur Ulang) di Banjarmasin.
"Kami akan evaluasi dan inspeksi setiap TPS3R, TPST, dan PDU. Siapa yang bertanggung jawab, apa yang menjadi kendala. Kalau memang harus diaudit, maka akan diaudit," tegas Yamin.
Tengah Kota Bersih Sampah
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan target yang pengin dicapai dalam 100 hari kerja adalah tidak boleh lagi ada sampah berserakan di tengah kota.
Meski penyegelan TPA Basirih pada 1 Februari 2025 menjadi tantangan berat.
Terbaru, Pemko Banjarmasin kembali menyurati Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) guna meminta evaluasi atas penyegelan TPA tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurrofiq, sebelumnya menjanjikan akan mengevaluasi kebijakan ini pada Maret lalu, dengan syarat metode pengelolaan sampah di TPA diperbaiki.
"Pemko sudah bersurat ke KLH untuk meminta evaluasi dan berjanji melakukan langkah perbaikan. Kami masih menunggu keputusan lebih lanjut," ujar Ikhsan.
Ikhsan juga meminta masyarakat membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
"Mari bantu Pemko Banjarmasin untuk mengatasi persoalan ini. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, kita bisa mengurangi beban pengelolaan sampah secara signifikan," pesannya.
Contoh SMPN 1 dan SMPN 2
Dinas Pendidikan Banjarmasin meminta seluruh sekolah untuk menangani sampahnya sendiri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan pentingnya pemilahan sampah di setiap sekolah.
"Ini juga termasuk arahan wali kota terkait penanganan sampah skala kawasan," ujar Ryan.
Ia mengapresiasi beberapa sekolah yang telah mengambil langkah nyata dalam pengelolaan sampah.
Contoh SMPN 1 Banjarmasin yang sudah memiliki bank sampah dan membuat pupuk kompos.
SMPN 2 Banjarmasin juga telah mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik, termasuk pengelolaan sampah dari kantin sekolah.
Ryan menekankan pengelolaan sampah mandiri di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
"Ini adalah cara untuk menanamkan kesadaran lingkungan dan tanggung jawab kepada siswa sejak dini," tambahnya.
Ia berharap imbauan ini dapat segera diterapkan seluruh sekolah di Kota Banjarmasin. Selain membantu mengatasi darurat sampah, langkah ini juga diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih dan sehat.
"Kontribusi nyata dari sekolah sangat dibutuhkan. Dengan bersama-sama, kita bisa membuat perbedaan besar dalam menciptakan Banjarmasin yang lebih bersih dan lestari," tutup Ryan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief