BANJARMASIN - Krisis sampah yang melanda Banjarmasin mulai berdampak ke lingkungan pendidikan. Contoh yang menimpa TK PGRI Kuntum Mekar di Jalan Jahri Saleh, Banjarmasin Utara.
Di sini, tumpukan sampah berada tepat di samping bangunan sekolah. Memicu keluhan pengajar dan orang tua murid.
Mereka bahkan membuat permohonan melalui media sosial agar tempat pembuangan sementara (TPS) tersebut dipindahkan. Video mereka viral dan menarik perhatian publik.
Rabu (9/4), petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin berupaya membersihkan area tersebut dengan menurunkan empat unit truk pengangkut sampah, meski sebagian sampah masih tertinggal.
Warga setempat, Juhdi menyebut keberadaan TPS tersebut sudah ada sejak lama, bahkan sebelum sekolah dibangun.
Namun, sejak TPA Basirih disegel pada awal Februari 2025 lalu, sampah di TPS itu mulai menggunung.
"Paling parah setelah lebaran kemarin. Sampah meluber sampai menutup jalan," ungkapnya.
Ditambahkan Juhdi, kondisi ini diperparah oleh warga kelurahan luar yang turut membuang sampah di TPS tersebut tanpa kenal waktu.
"Sampah di sini kebanyakan dari warga luar. Ada saja yang membuang dari siang sampai malam," jelasnya.
Warga sudah berupaya mengimbau para pembuang sampah dari luar tersebut agar berhenti membuang di Jahri Saleh, namun tidak efektif.
Rencananya, warga akan memasang spanduk pengumuman aturan pembuangan sampah dan berjaga bergantian.
Juhdi berharap warga mau bersabar. Kondisi ini hanya sementara. Dikatakannya, tumpukan sampah akan dipindahkan ke TPS3R Jahri Saleh setelah pengaspalan selesai.
Sampah tidak hanya dikeluhkan TK PGRI Kuntum Mekar. Di Kompleks Pelajar Mulawarman, Banjarmasin Tengah, kondisi serupa juga terjadi.
Sampah menumpuk sejak Ramadan dan semakin parah usai lebaran.
Makmurudin Halim, salah seorang warga, mengungkap sampah di kawasan tersebut kerap dibuang warga luar menggunakan pikap.
"Truk pengangkut sampah yang datang hanya satu unit per hari, jelas tidak akan cukup," keluhnya.
Warga dan pihak sekolah telah menyampaikan keluhan mereka kepada pemko, tetapi hingga kini tanggapan yang diharapkan belum didapat.
"Dengan bau menyengat yang mengganggu, kami sangat berharap TPS ini segera dipindahkan," tutup Halim.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Alive Yoesfah Love dan sekretarisnya Wahyu Hardi Cahyono tidak merespons pesan yang dikirimkan wartawan.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief