Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sampah Banjarbaru Naik 10 Persen Pasca Lebaran, 48,3 Persen Didominasi Sisa Makanan

Bayu Aditya Rahman • Selasa, 8 April 2025 | 12:54 WIB

TRUK SAMPAH: Petugas membuang sampah menggunakan armada milik DLH Banjarbaru di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang, Selasa (8/4).
TRUK SAMPAH: Petugas membuang sampah menggunakan armada milik DLH Banjarbaru di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Gunung Kupang, Selasa (8/4).
BANJARBARU – Volume sampah di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan signifikan pada awal 2025. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, rata-rata sampah harian dari Januari hingga 6 April 2025 mencapai 160 ton per hari, naik dari rata-rata tahun 2024 yang berada di angka 154 ton per hari.

Kenaikan paling mencolok terjadi pasca Lebaran Idulfitri 1446 Hijriyah (31/3). Kepala Seksi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) pada DLH Banjarbaru, Totok Purwanto, mengatakan selama lima hari setelah Lebaran, volume sampah mencapai 170 ton per hari.

"Lonjakan ini juga dipicu oleh kegiatan Haul Datu Kelampayan yang berdekatan waktunya dengan Hari Raya Idulfitri 1446 H serta libur panjang," ujar Totok saat ditemui Radar Banjarmasin di ruang kerjanya, Selasa (8/4) siang.

Salah satu titik lonjakan signifikan terjadi di Q Mall Banjarbaru. Totok menjelaskan, biasanya mall tersebut menghasilkan 2,5 ton sampah per hari. Namun, selama lima hari setelah Lebaran dan haul, angkanya naik menjadi 4 ton per hari.

"Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Pusat Daur Ulang (PDU) di Loktabat Utara, Guntung Paikat dan sekitarnya juga mengalami kenaikan volume sampah mencapai total 1,9 ton selama tiga hari," tambahnya.

Menurut Totok, lonjakan volume sampah ini juga tidak terlepas dari peran Kota Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan yang mendorong mobilisasi dan pertumbuhan penduduk, serta aktivitas ekonomi seperti penginapan, hotel, restoran, rumah makan dan kafe.

"Sampah kita sekarang didominasi sampah organik sisa makanan sebesar 48,3 persen. Plastik 23,7 persen. Sisanya seperti kertas, logam, kaca, kayu, dan lainnya," jelasnya.

DLH Banjarbaru mengambil langkah cepat untuk mencegah penumpukan. Pada malam takbiran Minggu (30/3), pihaknya menerjunkan 71 petugas dan 50 unit truk, terdiri dari 22 dump truck dan 28 truk amrol. Lembur dilakukan hingga pukul 00.00 Wita.

"Sebanyak 15 petugas di TPA dan 56 petugas pengangkut atau sopir kami siagakan. Bahkan sudah ada cadangan pengganti jika ada yang berhalangan," jelas Totok.

Kebijakan lembur hanya berlaku pada malam takbiran. Saat hari raya, petugas diberi kesempatan untuk sholat Idulfitri, bersilaturahmi, beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.

"Lemburan Idul Fitri ini diharapkan semua TPS dalam kondisi kosong saat Idulfitri 1446 H. Supaya tidak terjadi penumpukan," lanjutnya.

Untuk pengelolaan sampah, DLH membagi dua jalur pembuangan. Sampah dari Q Mall langsung dibuang ke TPA Gunung Kupang karena tergolong sampah komersial dan dikenakan tarif retribusi Rp 65 ribu per ton.

"Setiap Senin sampai Sabtu, sampah dibuang ke TPA Regional Banjar Bakula dari pukul 07.00 hingga 17.00 WITA dengan volume rata-rata 80 ton per hari. Sisanya ke TPA Gunung Kupang," terang Totok.

Di TPA Gunung Kupang, sampah tidak hanya dibuang tapi juga diproses. Plastik yang memiliki nilai ekonomis dikelola oleh pemulung yang difasilitasi oleh koperasi. Sampah organik diolah menjadi pupuk, dan gas metan yang dihasilkan turut dimanfaatkan.

"Agar tetap ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan masyarakat, sampah yang tidak memiliki nilai guna akan dikubur atau ditutup tanah urug," ujarnya.

Totok mengimbau warga membuang sampah pada waktu yang ditentukan, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. "Pengangkutan kami dimulai pukul 06.00 sampai 09.00 WITA. Jadi tolong buang sampah sesuai waktu," pungkasnya.

Editor : M. Ramli Arisno
#pasca lebaran #DLH Banjarbaru #Haul Datu Kelampayan #volume sampah #pengelolaan sampah