BANJARMASIN – Pasar Wadai Ramadan 2025 yang dibuka di Jalan Sudirman, kawasan Siring 0 Kilometer, pada bulan puasa kemarin mencatat transaksi positif.
Selama 28 hari pelaksanaan, mulai tanggal 1 hingga 28 Maret, total perputaran ekonomi di event ini mencapai Rp 12,3 miliar.
Sebanyak 138 stan paguyuban pedagang pasar wadai dan 62 stan UMKM binaan menyumbang transaksi Rp 9,6 miliar. Ditambah kontribusi Rp 2,7 miliar dari 25 tenda sponsor dan komersial.
Dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya, mengalami peningkatan. Dari Rp 11,2 miliar pada 2024 atau naik sekitar Rp1 miliar.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Fitriah mengatakan Pasar Ramadan tahun ini berjalan lancar.
"Para pedagang mematuhi aturan yang ditetapkan. Sinergi pemprov dan pemko juga berjalan sangat baik, khususnya dalam menjaga kebersihan dan keamanan," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Meski begitu, sejumlah pedagang memberikan masukan, terutama terkait lokasi. Beberapa menyarankan agar tahun depan digelar di tempat lain, seperti depan Balai Kota atau Siring Menara Pandang.
Alasannya, pasar yang terlalu panjang membuat stan di ujung-ujung pasar sepi pengunjung.
"Mereka mengeluhkan pengunjung tidak sampai ke bagian paling ujung. Tapi sebenarnya kita sudah siapkan dua gate masuk agar pengunjung bisa datang dari dua arah," jelas Fitriah.
Meski ada kritik, antusiasme pedagang tetap tinggi. Mereka berharap Pasar Wadai Ramadan bisa tetap gratis.
"Masukan dari pedagang tentu menjadi bahan pertimbangan pimpinan untuk pelaksanaan tahun depan," tutup Fitriah
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief