Salah satunya di TPS3R Sungai Lulut. Edukasi ini melibatkan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia.
"Ketum Asosiasi Bank Sampah Indonesia yang langsung memberikan teori memilah sampah yang benar," kata Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Sarana DLH Banjarmasin, Fauzi Noor, Minggu (6/4/2025).
Dengan pemilahan yang benar, diyakini dapat mempercepat proses di TPS3R. Ditargetkan waktu pemilahan dapat lebih dipersingkat waktunya jika penangananya dimulai dari sumber sampah.
Karena selama ini banyak membuang waktu untuk pemilahan sampah karena teori pemilahan sampah secara profesional belum diserap secara maksimal.
"Kira-kira sekitar 1-2 ton itu mungkin bisa selesai kurang dari 5 jam," katanya.
Edukasi teori pemilahan sampah profesional ini akan terus digalakkan melalui perangkat daerah ditingkat kelurahan dan kecamatan. Sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.
Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Wildayanti, optimis bahwa edukasi ini akan berdampak positif.
"Dengan ini sampah cepat tertangani dan residu yang dihasilkan lebih minim setelah dilakukan pemilahan 5 - 20 persen," tandasnya.
Editor : Sutrisno