BANJARMASIN - LEBARAN mestinya menjadi momen sopir taksi colt meraup rezeki. Tapi itu dahulu, sekarang nasib mereka hidup segan mati tak mau.
Seperti terpantau di Terminal Pal 6 Banjarmasin, Rabu (26/3) siang, pemudik yang naik angkutan antar kabupaten dalam provinsi (AKDP) bisa dihitung dengan jari.
Seorang sopir taksi bernama Ardian menuturkan, kondisi ini sudah berlangsung sangat lama, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi yang kian marak.
"Kami sudah bersaing dengan travel, ditambah dengan transportasi umum milik pemerintah, membuat kami semakin tercekik," keluhnya.
Menurutnya, kehadiran transportasi umum milik pemerintah seperti Bus Trans Banjarbakula semakin memperburuk keadaan.
Dirinya berharap pemerintah dapat lebih bijak dalam membuat kebijakan, mengingat hal ini berdampak langsung pada mata pencaharian mereka.
Ardian, salah seorang sopir taksi, mengatakan untuk mendapatkan beberapa penumpang dalam sehari saja membutuhkan faktor keberuntungan.
"Untung-untungan, kalau ada sukur, kalau tidak ada ya tidur saja, kalaupun narik terkadang cuma cukup menutupi ongkos bensin," ujarnya.
Tak jarang pendapatan mereka hanya cukup untuk menutup biaya bahan bakar. Selain minimnya penumpang, para sopir juga mengandalkan angkutan barang, namun pendapatan dari sini juga tidak seberapa.
Lalu apa saran mereka terhadap pemerintah? Para sopir berharap pemerintah dapat membuka mata, memberdayakan mereka agar dapat terus mencari nafkah tanpa kehilangan rezeki.
"Saya rasa pemerintah tahu kondisi kami, tinggal bagaimana mereka saja lagi. Ya harapannya walaupun banyak bus-bus ini, paling tidak berdayakan kami," cetus dia.
Kepala UPTD Terminal Tipe B dan Trans Perkotaan, M Ihwanul Muslimin mengungkapkan bahwa jumlah penumpang AKDP jelang lebaran mengalami peningkatan, tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan. Hanya sekitar lima persen.
"Taksi AKDP juga meningkat, tapi tidak seperti zaman kejayaannya dulu, yang terlihat justru pemudik menggunakan angkutan antar kota antar provinsi (AKAP),” pungkas Ihwanul.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief