BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin membuka lima lokasi rumah pemilahan sampah yang tersebar di seluruh kecamatan.
Lokasinya di Jalan Aes Nasution RT 16, Gadang, Banjarmasin Tengah; di belakang Gedung Taekwondo atau Jalan Sultan Adam RT 36, Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara; di Jalan Bandarmasih, Kompleks DPR RT 32, Belitung Selatan, Banjarmasin Barat; di RPH Jalan Tembus Mantuil Nomor 5A, Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan; dan samping KFC di Jalan Ahmad Yani km 4,5, Banjarmasin Timur.
Fasilitas ini dilengkapi dengan mesin pencacah dan alat press (penekan) sampah.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menjelaskan, dari sini sampah masyarakat akan dipilah terlebih dahulu sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Melalui langkah ini, kami berharap sampah dari hulu hingga hilir bisa ditangani secara tuntas," kata Yamin, Senin (17/3).
Yamin menekankan, pentingnya menjaga keberlanjutan program ini. Ia mengingatkan semua pihak untuk konsisten dalam perawatan dan pengelolaan rumah pemilahan sampah, agar tidak sekadar menjadi proyek simbolis.
"Jangan seperti pepatah, hangat-hangat tahi ayam. Program ini harus dijaga dan dirawat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Ke depan, pemko juga berencana memperluas cakupan rumah pemilahan sampah ke kelurahan.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda menyebutkan peluncuran rumah pemilahan sampah ini merupakan solusi instan. Mengingat masih terbatasnya kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Banjarmasin.
Saat ini, hanya terdapat 16 TPS3R di seluruh kota. "Secara ideal, satu kelurahan membutuhkan minimal satu TPS3R. Namun, sering kali muncul resistensi masyarakat saat pembangunannya. Maka, kami memohon dengan kerendahan hati agar masyarakat mendukung program ini demi kepentingan bersama," ungkap Ananda.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Fatimattuzahra menyambut baik program ini. Disampaikannya, pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, dari rumah tangga.
"Apa yang dilakukan Pemko Banjarmasin adalah langkah luar biasa. Namun, perlu diimbangi dengan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari rumah,” ujar Fatimattuzahra.
Ia juga menyarankan agar armada pengangkut sampah diperbanyak, dengan pengangkutan terpisah untuk sampah organik dan non-organik.
Sebagai langkah edukasi, ia mengusulkan agar setiap siswa di sekolah membawa wadah sampah masing-masing untuk belajar memilah sampah sejak dini.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief