PARINGIN – Musim pancaroba yang merupakan periode peralihan antara musim hujan dan kemarau, kini sedang melanda Kabupaten Balangan.
Kondisi cuaca yang cenderung tidak stabil ini menyebabkan perubahan cuaca yang cepat dan ekstrem, seperti hujan deras disertai angin kencang yang kemudian berubah menjadi cerah dalam waktu singkat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan, H Ahmad Sauki menjelaskan selama musim pancaroba, risiko penyebaran penyakit yang dibawa oleh vektor, khususnya nyamuk, meningkat signifikan.
"Di musim pancaroba ini, penyakit yang paling banyak muncul adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," ungkap Sauki, Rabu (2/10/2024).
Lebih lanjut, Sauki menekankan perubahan cuaca yang ekstrem dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
"Musim pancaroba ini sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh kurang kuat, masyarakat akan lebih rentan terhadap penyakit flu dan pilek," tambahnya.
Untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit, Sauki mengimbau masyarakat Balangan untuk menjaga kesehatan mereka, terutama di musim yang rentan ini.
"Kami menghimbau agar warga menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih agar tidak dehidrasi," tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani