PELAIHARI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala) beberapa hari lalu menyebabkan kabut asap, meski hanya tipis.
Kabut asap ini pun bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ispa) bagi warga setempat dan pengguna jalan, jika terpapar terus-menerus.
Adapun wilayah yang terdampak kabut asap adalah Desa Gunung Raja, Benua Raya, dan Bati-Bati.
Hal itu wajar, karena sepanjang jalan nasional mulai dari SPBU Gunung Raja hingga Desa Benua Raya banyak tanaman bondong yang mudah terbakar.
Mengantisipasi dampak penyakit yang diakibatkan kabut asap tersebut, puluhan orang turun ke jalan untuk membagikan masker kepada pengguna jalan, terutama para pengendara motor maupun mobil, Minggu (29/9/2024).
Aksi bagi-bagi masker ini dimotori oleh organisasi pegiat lingkungan, DPD MPAI My Darling Kalsel.
Pada kegiatan itu, organisasi yang diketuai Muhammad Khaidir ini bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Tala, perguruan silat IKSPI Kera Sakti, FKPPI, Forza, dan lainnya.
Muhammad Khaidir menuturkan aksi sebagai bagian dari langkah awal pencegahan terhadap risiko gangguan kesehatan dampak dari karhutla.
“Kemarin di wilayah atas Gunung Raja terjadi kebakaran lahan. Tentu hal demikian berpotensi memunculkan asap,” sebutnya.
Dikatakannya belakangan ini asap tipis mulai melanda wilayah Gunung Raja dan wilayah di Kecamatan Bati-Bati, meskipun tak lama, namun tetap harus diantisipasi.
Lebih lanjut, ia menyebutkan jumlah masker yang dibagikan pagi ini sebanyak 2.000 lembar. Masker tersebut bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Polres Tala.
Khaidir pun mengimbau kepada warga untuk mulai mengenakan masker saat bepergian, karena di jalanan bisa saja terpapar asap atau kotoran lainnya. Terutama ketika melintasi kawasan yang rawan kebakaran lahan.
“Kepada masyarakat kami juga meminta untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran lahan. Pasalnya titik api kecil bisa memicu kebakaran lahan yang meluas,” tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani