BANJARBARU - Kota Banjarbaru resmi ditetapkan berstatus Siaga Bencana.
Keputusan ini merupakan hasil dari pengamatan dan data dari BMKG mengenai kondisi cuaca di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengatakan pihaknya juga sudah mempertimbangkan secara matang terkait penetapan status tersebut.
Sebab, jelas Said, meski sudah ada prakiraan dari BMKG, saat ini kondisi cuaca di Kota Banjarbaru sangat labil alias tidak bisa ditebak.
“Setiap hari berubah-ubah dan berbeda, bencana tidak lagi mengenal panas dan hujan, kita harus siaga terus menerus,” ungkapnya, Kamis (27/6/2024).
Apalagi kata Said, saat ini Kota Banjarbaru sudah memasuki masa peralihan musim dari hujan ke panas.
Hal itu menurutnya bakal membuat potensi kebencanaan semakin tinggi.
“Artinya kesiapsiagaan bencana harus ditingkatkan, makanya mulai Rabu (26/4/2024), status BPBD untuk Kota Banjarbaru adalah siaga bencana, untuk musim hujan dan panas,” tukasnya,
Meski demikian, Said meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dampak musim kemarau, yakni kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebab, beber Said, data BMKG menunjukkan terjadi perubahan cuaca dari panas ke hujan yang cepat dari hari ke hari.
Salah satu wilayah yang jadi perhatian adalah Kecamatan Liang Anggang.
Ia menyebut daerah ini termasuk wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk bencana karhutla lantaran, masih banyak lahan yang rawan terbakar akibat belum digarap.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-78, Polres HSS Tanam Seribu Pohon Sampai Berikan Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan
“Kalau sampai terjadi karhutla di Liang Anggang, maka dampaknya akan terasa se-Banjarbaru. Termasuk Bandara Syamsudin Noor. Bahkan imbasnya sampai ke kabupaten tetangga,” imbuh Said
“Makanya kami terus mengingatkan agar para relawan untuk terus siaga,” tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani