MARTAPURA - Puluhan ekor hewan kurban di Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas Kabupaten Banjar akan dipotong pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Upt Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas Kabupaten Banjar, Taufik kepada Radar Banjarmasin, Jumat (14/6/2024).
"Yang masuk hari pertama itu ada dari Masjid Syarifah seanyak 35 ekor sapi dan 6 ekor kambing, kemungkinan ada tambahan," ujarnya.
Baca Juga: Bapenda Kalsel Yakin Capai Target PAD Tahun Ini, Begini Strateginya
Untuk hari kedua Lebaran Idul Adha, lanjut Taufik masuk lagi dari perusahaan sebanyak 3 ekor sapi.
Sementara dihari ketiga Lebaran Idul Adha, ada hewan kurban dari ESDM dan Kemenag dengan sebanyak 7 ekor sapi.
"Untuk pemotongan kita lakukan dengan cara Islam, biasanya tim penyembelihan juga berkelompok. Nanti, hari Minggu (16/6/2024) sapi kurban berdatangan," ujarnya.
"Untuk kesehatan hewan kurban, Insya Allah dipastikan aman, tidak ada tanda-tanda penyakit PMK atau lato-lato. Nanti satu hari sebelum pemotongan, dokter hewan juga akan datang mengecek," tambahnya.
Sebelumnya Kasi Kesmavet Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar, drh Asep Nugraha Siliwandi menyampaikan pihaknya telah memberikan SK kepada petugas yang mengawal kesehatan hewan kurban.
Yakni, dengan melakukan pemeriksaan baik sebelum ataupun sesudah disembelih.
Petugas terdiri atas personel Distan Kabupaten Banjar dan melibatkan para penyuluh lapangan di setiap Kecamatan.
“Hal yang penting juga diperhatikan adalah pengemasan daging kurban sebaiknya usahakan dengan kantongan plastik yang mudah diurai. Minimal plastik yang bagus, bukan yang daur ulang yang bisa akan mencemari daging. Kemudian antara daging, jeroan dan lainnya sebaiknya dipisahkan,” pungkasnya.
Diketahui, untuk 2024 ini jumlah ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan 30 persen.
Pada 2023, ketersedian hewan kurban di Kabupaten Banjar sebanyak 2.468 ekor terdiri dari 1.695 sapi, 773 kambing atau domba.
Data tersebut didapat dari para pedagang, petani, yang menjual hewan kurban termasuk dari pasar hewan.
Pada 2024, ketersedian hewan kurban di Kabupaten Banjar meningkat menjadi 3.501.
Jumlah tersebut menandakan kesadaran masyarakat Kabupaten Banjar untuk melaksanakan ibadah kurban cukup tinggi.
Editor : Fauzan Ridhani