Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Layak Huni, Rumah Warga Desa Tanipah Roboh karena Bencana, Ini yang Dilakukan Pemkab Banjar

Sheilla Farazela • Selasa, 4 Juni 2024 | 21:14 WIB
RAPUH:Rumah salah satu warga di Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar roboh, Senin (27/5/2024) lalu. (Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
RAPUH:Rumah salah satu warga di Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar roboh, Senin (27/5/2024) lalu. (Foto: Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

MARTAPURA - Warga Desa Tanipah, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, Idah (45) terpaksa mengungsi lantaran rumahnya yang sudah tidak layak huni roboh.

Rumah Idah diterpa angin puting beliung dan air pasang beberapa waktu lalu.

"Rumahnya dari kayu, mungkin karena sudah lapuk, ya roboh," sebut Idah.

Kejadian robohnya rumah tak layak huni itu usai Magrib.

"Saat itu, yang di dalam rumah cuma suami, sementara saya lagi di luar. Lantai rumah waktu itu miring perlahan dan roboh, segala perabotan rumah pun ikut masuk ke air," ucap ibu dua anak itu saat ditemui Radar Banjarmasin di lokasi, Selasa (4/6/2024). 

Idah mengakui rumahnya yang berada di bantaran Sungai Barito itu juga pernah roboh beberapa tahun lalu karena bencana serupa dan mendapat bantuan swadaya dari masyarakat sekitar.

"Beberapa tahun lalu juga roboh, dan dibantu swadaya oleh warga," ucapnya.

Jangankan untuk memiliki rumah tinggal layak huni, Idah menceritakan untuk makan sehari-hari pun masih serba terbatas.

"Yang bekerja itu saya sebagai buruh, sementara suami sakit stroke ringan jadi tidak bekerja. Jadi ya bisa pasrah aja kalau rumah roboh," tuturnya.

Hingga kini, Idah beserta suami dan dua anaknya masih tinggal di tenda pengungsian milik warga bareng suami dan anak.

"Untuk bantuan katanya dari Pemerintah ada memberikan bantuan perbaikan rumah," ucapnya.

Idah menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Banjar atas bantuan perbaikan rumah miliknya.

"Alhamdulillah bisa mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten Banjar," tuturnya sambil berlinang air mata.

Disamping itu, legislatif Banjar terpilih, Muhammad Saidi mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait, dalam hal ini DPRKPLH, BPBD, dan Dinas Sosial karena sudah memberikan atensi yang baik untuk kejadian yang menimpa rumah warga Tanipah Kecamatan Aluh-aluh.

"Saya ucapkan terimakasih, dinas terkait sudah sangat respon cepat atas kejadian rumah tidak layak huni yang roboh karena bencana alam ini," ucap Saidi.

Saidi menyebut di Kecamatan Aluh-aluh hampir 30 persen terdapat rumah tidak layak huni dan sangat memprihatinkan.

"Karena itu, penting untuk kita semua agar memberikan atensi khusus terkait mitigasi kebencanaan.

"Namanya di bantaran sungai, tetap dilakukan pencegahan. Berikan atensi khusus jangan didiamkan begitu saja," imbuhnya.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi Penyediaan Perumahan Swadaya DPRKPLH Banjar, Muhammad Taufiqqurahman mengatakan bantuan sebesar Rp50 juta diberikan menggunakan anggaran bantuan tak terduga karena bencana.

"Kemarin ada kordinasi BPBD, untuk kegiatan kebencanaan bisa menggunakan anggaran bantuan tak terduga dananya sekitar 50 juta untuk perbaikan rumah.

Karena rumahnya berada di tepi sungai, Taufiq menyebut rumah milik Idah sudah dilakukan relokasi oleh desa

"Selanjutnya dari Dinas Perkim Kabupaten Banjar membantu pembangunan rumahnya. Untuk lahan dari swadaya donasi team 9 peduli umat atau perkumpulan sosial kemasyarakatan. Kita di Perkim bangunkan rumahnya dari kayu Ulin," imbuhnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#martapura #Kebanjiran #kabupaten banjar #puting beliung #rumah tak layak huni