BANJARBARU - Pemenuhan kebutuhan angkutan umum perkotaan jadi salah satu atensi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.
Sebab, saat ini saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, melakukan uji coba trayek atau rute angkutan feeder yang akan beroperasi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Diketahui sebelumnya, Angkutan bus feeder adalah layanan yang dirancang Pemko Banjarbaru untuk mengangkut penumpang di kawasan lokal permukiman yang tak dilintasi angkutan umum.
Uji coba angkutan umum ini sudah dimulai sejak 7 Mei hingga 20 Mei 2024.
Angkutan feeder atau pengumpan ini merupakan angkutan yang dapat menjangkau kawasan perumahan dan permukiman warga lalu mengantar penumpang ke halte-halte terdekat.
Kepala Dishub Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah mengatakan, selama proses uji coba pihaknya menurunkan enam armada yang mengaspal di rute-rute tertentu.
Adapun rute yang dilalui, mulai dari Terminal Simpang Empat melalui Jalan Panglima Batur menuju Jalan Karang Anyar hingga Jalan Bina Putra.
Lalu, dari Jalan Bina Putra menuju ke Jalan Golf, Landasan Ulin begitu sebaliknya.
“Ini baru satu koridor dengan estimasi waktu 50 menit, sudah meliputi titik pemberhentian,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024) siang.
Melalui rute tersebut, angkutan ini akan mengantarkan penumpang dari titik area lokal menuju perjalanan mereka di koridor utama Trans Banjarbakula.
“Kita berlakukan juga untuk sembilan trayek lain, seperti Sungai Ulin, Trikora, Cempaka, kawasan Trikora, juga sampai ada melewati Amanah Borneo Park,” ujarnya
Ia memastikan semua armada yang dipakai selama uji coba sudah disesuaikan dengan standar angkutan umum dan kondisi jalan.
“Termasuk beban operasional per kilometer," tukasnya.
Hasil uji coba pertama trayek ini, beberapa titik bus setop atau pemberhentian diberlakukan sementara waktu karena melihat dari potensi penumpang, Ada yang berpotensi efektif dan sebaliknya
"Yang efektif itu kita nilai dari Simpang Empat sampai dengan Jalan Bina Putra, terus dari Bina Putra sampai dengan Jalan Golf itu terlihat lebih sepi atau kurang untuk rute bangkitan lalu lintasnya,” sebut dia.
Oleh karena itu, Dishub Banjarbaru memastikan akan kembali melakukan evaluasi, baik sisi jumlah kendaraan yang melewati trayek maupun terkait perubahan titik bus setop.
Mengingat, saat ini masih ada beberapa titik bus setop yang terlalu dekat dan terlalu jauh.
“Contohnya dari Azzahra ke SPBU jalan STM itu terlalu dekat, harusnya di Masjid Kanzul Khairat,” sambungnya.
Hasil evaluasi ini, nantinya akan dibawa ke forum lalu lintas (Lalin) Banjarbaru dan Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin.
Selain itu, Mirhan menyebutkan pihaknya akan menyelaraskan bus pengumpan ini dengan bus angkutan milik Pemerintah Provinsi Kalsel beroperasi di rute utama.
“Jadi, ada kemungkinan perubahan pitstop busnya nanti juga digabung dengan BRT kita saling memperkuat saja, seperti terkait jadwalnya,” kata Mirhan
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Transportasi Dishub, Kota Banjarbaru, Eddy Sabara.
Baca Juga: MoU Basarnas dan RSD Idaman Banjarbaru Bentuk Sinergisitas Search and Rescue
Melalui uji coba tersebut, kata Eddy, pihaknya berharap dapat menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih baik.
“Karena tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kemacetan dan mendorong masyarakat untuk lebih banyak menggunakan angkutan umum,” pungkas Eddy.
9 Trayek Yang Diuji Coba Bus Feeder Banjarbaru :
- Rute koridor A : dari Terminal Simpang Empat Banjarbaru, Jalan Panglima Batur, Jalan Karang Anyar, Bandara Syamsudin Noor, Lingkar Utara, dan Masjid Jami Hidayatul Akbar.
- Rute koridor B : dari Terminal Simpang Empat Banjarbaru, Jalan Trikora, kawasan LIK, Liang Anggang, Halte Kota Citra Graha.
- Rute koridor C : dari Terminal Simpang Empat Banjarbaru, Jalan H Mistar Cokrokusumo, dan Jalan SMPN 12 Banjarbaru (Kelurahan Bangkal).
- Rute koridor D : dari Terminal Simpang Empat Banjarbaru, Pool Armada (UPT PPKB), Jalan Palam Raya, Amanah Borneo Park, Jalan Taruna (Simpang Empat Bangkal).
Rute angkutan feeder pertama bermula di Terminal Simpang Empat, Jalan PM Noor (Yonif 623), Terminal Simpang Empat.
Lalu feeder kedua dari Halte Idaman, Uniska, Kampung Pelangi, Intan Sari, ULM (Masjid AL Baitar), Jalan Ahmad Yani, dan Halte Idaman.
Adapun feeder ketiga dari Halte Limousin, SMKN 1 Banjarbaru, Jalan RO Ulin (Kampung Pejabat), Pasar Bauntung, Halte Limousin.
Selanjutnya feeder keempat dari Halte Masjid Al-Muhtadien, Jalan Golf, TPB Wella, Jalan Kurnia, dan Halte Masjid Al-Muhtadien.
Terakhir feeder kelima dari Halte Minggu Raya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pangeran Suriansyah, Jalan Panglima Batur, Jalan Junjung Buih, Jalan Ahmad Yani, dan Halte Minggu Raya.
Editor : Fauzan Ridhani