Usulan itu dilayangkan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, pekan tadi.
Balasannya, Kemendag datang ke Banjarmasin untuk memantau Pasar Pandu.
Tentu ada banyak kriteria yang harus dipenuhi Pemko Banjarmasin sebelum mendapatkan sertifikat SNI.
Seperti membangun toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan, termasuk toilet khusus penyandang disabilitas.
"Selain itu, bidang miring atau jalur lintasan ramah disabilitas juga harus ada," kata Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Selasa (7/5).
Lalu, membangun ruang peribadatan, ruang pengecekan kesehatan, ruang laktasi dan tempat bermain anak.
"Serta pembagian kawasan parkir untuk keluar masuk pasar," ucapnya.
Untuk membangun seabrek fasilitas tambahan itu, tentu dibutuhkan dukungan anggaran.
Maka Tezar berharap kepada dinas-dinas terkait untuk membantu Pasar Pandu.
"Targetnya, tahun ini sertifikat SNI bisa didapat. Atau paling lambat awal tahun 2025 mendatang," tutupnya.
Untuk diketahui, SNI Pasar pertama kali diterbitkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 2015 dengan nama lengkap SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
Tujuannya, pertama, meningkatkan perlindungan terhadap konsumen. Kedua, pasar rakyat dikelola lebih profesional dan mampu bersaing menghadapi pusat perbelanjaan modern.
Editor : Muhammad Syarafuddin