RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Balangan baru saja merampungkan rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) periode triwulan ketiga pada Rabu (30/9/2026) kemarin. Hasilnya, tercatat ada tren kenaikan jumlah pemilih di Bumi Sanggam.
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Balangan, Suhaimi, merincikan bahwa total pemilih pada triwulan ketiga ini menyentuh angka 101.450 orang.
"Pada triwulan ketiga kali ini ada kenaikan jumlah pemilih 367 orang dari jumlah pada triwulan kedua kemarin yang berjumlah 101.083 orang," ungkap Suhaimi saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Penambahan tersebut merupakan selisih dari masuknya data pemilih baru yang Memenuhi Syarat (MS) sebanyak 1.675 orang, dikurangi dengan data pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 1.308 orang.
Suhaimi menjelaskan, angka TMS yang mencapai ribuan tersebut didominasi oleh warga yang pindah domisili keluar dari Balangan. Sementara untuk penambahan angka pemilih baru, paling banyak disumbang oleh kalangan remaja.
"Untuk data pemilih baru di Kabupaten Balangan saat ini lebih didominasi oleh kategori pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun," terangnya.
Selama proses pemutakhiran, KPU tidak menampik kerap munculnya temuan data ganda akibat tingginya dinamika perpindahan penduduk antar-kabupaten. Untuk menyiasatinya, KPU Balangan secara intensif berkoordinasi dengan KPU daerah asal atau tujuan untuk melakukan sinkronisasi pencoretan dan penginputan data baru.
Selain temuan internal, KPU juga menindaklanjuti masukan dari Bawaslu Balangan berdasarkan hasil uji petik di lapangan terkait adanya pemilih yang meninggal dunia, pindah domisili, maupun pemilih baru yang belum terdata.
Kendati begitu, Suhaimi mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini memiliki tantangan besar di lapangan, terutama dalam menjangkau wilayah pedalaman.
"Untuk kendala saat ini adalah keterbatasan personel sehingga tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat, terutama di daerah-daerah pelosok pegunungan. Berbeda ketika sudah masuk tahapan pemilu, saat itu KPU memiliki badan ad hoc sampai ke tingkat desa," bebernya.
Untuk menyiasati keterbatasan jangkauan tersebut, KPU Balangan sangat mengandalkan sinergi lintas instansi. Pembaruan data saat ini banyak terbantu oleh laporan aparat desa terkait angka kematian, perekaman e-KTP sistem "jemput bola" ke sekolah-sekolah oleh Disdukcapil, dukungan pendataan dari Kemenag ke madrasah-madrasah, hingga pembaruan data anggota purnatugas maupun anggota baru dari Polres dan Kodim setempat.