RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai– Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal memastikan program bedah rumah bagi masyarakat miskin tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Program tersebut bahkan tetap ditargetkan mencapai 1.000 unit rumah per tahun atau sebanyak 5.000 rumah dalam lima tahun.
Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, pemenuhan target 1.000 rumah setiap tahun tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut membantu pencapaian target tersebut.
“Program 5.000 rumah dalam lima tahun itu harus selesai. Bukan berarti semuanya harus menggunakan uang daerah, karena ada dukungan dari pusat dan provinsi,” katanya, Rabu (23/9/2026).
Samsul menjelaskan, pada tahun ini sekitar 350 unit rumah mendapat dukungan dari pemerintah pusat, sedangkan 100 unit lainnya dari pemerintah provinsi.
Dengan demikian, Pemkab HST tinggal memenuhi sekitar 550 unit untuk mencapai target 1.000 rumah dalam satu tahun.
“Kalau dari pusat 350 buah dan dari provinsi 100 buah, berarti sudah 450. Kita tinggal menambah 550 buah. Totalnya tetap 1.000 rumah dalam satu tahun,” ujarnya.
Samsul menegaskan, program yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Selain bedah rumah, perbaikan infrastruktur jalan juga tetap dilaksanakan.
Menurutnya, berkurangnya transfer dari pemerintah pusat memang berdampak terhadap kondisi keuangan daerah. Namun, pemerintah akan melakukan penyesuaian dengan memilah program yang dinilai lebih urgen.
“Semua daerah terdampak karena transfer dari pemerintah pusat berkurang. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan memilah mana yang lebih urgen untuk diutamakan,” katanya.
Ia memastikan bedah rumah tetap dilanjutkan karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Yang penting, 1.000 rumah untuk masyarakat miskin yang rumahnya tidak layak huni itu harus selesai. Sumber dananya bisa dari pusat, provinsi maupun daerah,” tegasnya.
Editor : Arif Subekti