Anak Krakatau Meletus, Anggota Dewan Banjarmasin Tak Terbang

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:29 WIB
Sejumlah anggota DPRD Banjarmasin saat menggelar kunjungan kerja ke salah satu daerah di Indonesia. Agenda kunjungan kerja menjadi salah satu kegiatan dewan yang menggunakan transportasi udara.(Foto: Humas Sekretariat Dewan Kota Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)
Sejumlah anggota DPRD Banjarmasin saat menggelar kunjungan kerja ke salah satu daerah di Indonesia. Agenda kunjungan kerja menjadi salah satu kegiatan dewan yang menggunakan transportasi udara.(Foto: Humas Sekretariat Dewan Kota Banjarmasin untuk Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN, JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, membuat sejumlah bandara harus menutup operasional penerbangan sementara. Namun, kondisi itu tak mengganggu agenda kerja DPRD Kota Banjarmasin.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Ashadi Hiwaman memastikan, aktivitas wakil rakyat tetap berjalan normal. Sebab, tidak ada agenda kunjungan kerja ke luar daerah yang menggunakan bandara terdampak erupsi.

“Dewan Banjarmasin tidak ada jadwal kunjungan kerja ke luar daerah, terutama memakai empat bandara yang ditutup sementara tersebut. Jadi tidak berpengaruh,” ujarnya, Selasa (8/9).

Menurut Ashadi, para anggota dewan saat ini masih berkutat dengan pembahasan APBD Perubahan 2026. Pembahasan dilakukan bersama masing-masing organisasi perangkat daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerja DPRD.

“Makanya tidak ada jadwal ke luar daerah,” tuturnya.

Erupsi GAK diketahui berdampak terhadap operasional penerbangan. Sedikitnya empat bandara sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Curug.

Meski tak berdampak langsung terhadap agenda DPRD Banjarmasin, Ashadi mengapresiasi langkah kewaspadaan dini yang dilakukan pihak terkait. Menurutnya, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas.

“Penutupan bandara ini demi keselamatan penerbangan,” tandasnya.

Dengan tidak adanya agenda perjalanan dinas ke luar daerah, aktivitas DPRD Banjarmasin pun tetap berjalan seperti biasa. Fokus dewan saat ini diarahkan pada pembahasan anggaran perubahan bersama mitra kerja pemerintah kota.

Di bagian lain, anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKS Hendra menilai, erupsi GAK tetap berpotensi mengganggu agenda perjalanan dinas apabila berdampak terhadap penerbangan dan operasional bandara.

“Iya, tentu ada potensi terganggu, terutama kalau erupsi berdampak pada penerbangan dan operasional bandara. Kami akan melihat perkembangan situasi dan informasi resmi dari pihak terkait,” katanya.

Hendra menegaskan, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Jika kondisi penerbangan belum normal, jadwal kunjungan kerja menurutnya bisa disesuaikan atau ditunda.

“Yang paling utama tetap keselamatan dan kepastian perjalanan,” tegasnya.

Meski demikian, Hendra menyebut kunjungan kerja tetap memiliki arti penting bagi DPRD. Terutama untuk melihat praktik maupun kebijakan yang sudah diterapkan daerah lain sebagai bahan pembanding bagi Banjarmasin.

“Kunjungan kerja tetap penting karena dewan perlu melihat praktik dan kebijakan di daerah lain sebagai bahan pembanding. Tapi tentu harus ada hasil dan manfaat yang jelas untuk Banjarmasin,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta perjalanan dinas tidak sekadar dilakukan karena sudah masuk agenda. Ada sejumlah hal yang mesti dipastikan sebelum anggota dewan berangkat.

“Pertimbangannya sederhana: keselamatan, urgensi, kondisi penerbangan, manfaat kegiatan, dan efisiensi anggaran,” bebernya.

Jika risiko perjalanan lebih besar dibandingkan manfaat yang didapat, Hendra menilai tidak ada salahnya agenda tersebut dijadwalkan ulang sampai kondisi penerbangan kembali aman dan normal.

Editor : M Oscar Fraby
Gunung Krakatau dprd erupsi DPRD Banjarmasin