RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau– Kehadiran CT Scan, mammografi, dan Cath Lab di RSUD Datu Sanggul Rantau mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Tapin.
Ketua Komisi II DPRD Tapin, Rahman Noor Wahyudi, menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI tersebut. Menurutnya, tambahan fasilitas kesehatan itu menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar keberadaan alat kesehatan tersebut tidak hanya berhenti pada sisi pengadaan.
Menurut Rahman, alat kesehatan berteknologi tinggi harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia (SDM), perizinan, sarana pendukung, hingga anggaran operasional dan pemeliharaan.
"Ini tentu sangat kita apresiasi. Bantuan tiga alat kesehatan tersebut merupakan peluang besar bagi RSUD Datu Sanggul untuk meningkatkan pelayanan. Tetapi yang tidak kalah penting, alatnya harus benar-benar bisa berfungsi dan dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat," ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Ia menilai, jangan sampai peralatan yang sudah tersedia justru belum dapat memberikan pelayanan karena masih terkendala persoalan teknis, SDM, maupun perizinan.
Karena itu, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tapin bersama manajemen RSUD Datu Sanggul perlu memastikan seluruh kebutuhan pendukung dipersiapkan sejak awal.
Terlebih, keberadaan CT Scan, mammografi, dan Cath Lab berkaitan langsung dengan pelayanan penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat, seperti stroke, penyakit jantung, serta kanker.
"Jangan sampai kita hanya bangga dengan alatnya. Setelah itu bagaimana operasionalnya, siapa yang mengoperasikan, bagaimana pemeliharaannya, termasuk pembiayaannya, itu juga harus dipikirkan," kata politisi partai Gerinda ini.
Rahman mengatakan, DPRD Tapin pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun dukungan tersebut juga harus diikuti perencanaan yang matang agar fasilitas yang telah diberikan pemerintah pusat dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, Pemkab Tapin perlu melihat keberadaan tiga alat tersebut sebagai investasi pelayanan kesehatan, bukan sekadar tambahan fasilitas rumah sakit.
Jika seluruh layanan dapat berjalan optimal, masyarakat Tapin yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan tertentu tidak perlu lagi terlalu sering dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
"Harapan kita tentu rujukan bisa berkurang. Masyarakat tidak perlu keluar daerah kalau memang penyakit dan kondisinya sudah bisa ditangani di RSUD Datu Sanggul," tuturnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong RSUD Datu Sanggul terus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Terutama untuk layanan yang membutuhkan dokter dengan keahlian khusus seperti Cath Lab.
Menurut Rahman, persoalan SDM memang tidak bisa diselesaikan secara instan. Karena itu, diperlukan langkah jangka pendek dan jangka panjang, termasuk kerja sama dengan dokter spesialis maupun pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang sudah dimiliki rumah sakit.
"Kalau SDM belum semuanya tersedia, tentu bisa dicarikan solusi sementara melalui kerja sama atau dokter mitra. Tetapi untuk jangka panjang, SDM yang dimiliki RSUD sendiri juga harus diperkuat," jelasnya.
Ia juga meminta agar dukungan anggaran dari Pemkab Tapin terhadap RSUD Datu Sanggul disesuaikan dengan perkembangan layanan yang terus bertambah.
Sebab, semakin banyak layanan yang tersedia, kebutuhan operasional rumah sakit juga semakin besar.
"Jangan sampai alat sudah ada, tetapi anggaran operasional dan pemeliharaannya tidak dipersiapkan dengan baik. Ini yang harus kita antisipasi bersama," tegasnya.
Rahman berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemkab Tapin, DPRD, dan manajemen RSUD Datu Sanggul terus diperkuat.
DPRD, lanjutnya, siap mendukung kebijakan yang bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan agar fasilitas yang diberikan benar-benar memberikan manfaat.
"Intinya kita mendukung. Kritik kita bukan untuk menghambat, tetapi bagaimana bantuan yang sudah diberikan ini benar-benar maksimal manfaatnya bagi masyarakat Tapin," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti