RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN – Kemajuan teknologi turut mengubah pola masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Tak harus menunggu agenda reses, warga maupun kader kini bisa langsung menyampaikan berbagai usulan melalui aplikasi WhatsApp (WA).
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Barito Kuala (Batola) M Agung Purnomo. Menurutnya, pola reses saat ini mulai mengalami perubahan. "Kalau reses sekarang rasanya lebih kepada silaturahmi dengan kader saja," ujar
Politikus dari Partai PKS yang bertugas di Kecamatan Alalak dan masuk Daerah Pemilihan (Dapil) Batola 3 ini mengaku terbuka menerima aspirasi masyarakat kapan saja.
Menurutnya,seiring perkembangan teknologi dan semakin pesatnya kemajuan media online, masyarakat kini memiliki lebih banyak saluran untuk menyampaikan aspirasi. Penyampaian aspirasi tidak lagi hanya dilakukan melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat disampaikan melalui berbagai platform digital. "Kalau di wilayah kita, melihat kebiasaan masyarakat yang lebih familiar menggunakan WhatsApp, tentu media tersebut bisa menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi. Dengan begitu, komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat berlangsung lebih cepat dan mudah," ujarnya.
"Jadi kalau aspirasi, mereka tidak perlu menunggu reses. Bisa langsung menyampaikan lewat WA. Bisa mengontak saya sendiri. Nanti biasanya aspirasi yang masuk dikumpulkan dalam laporan reses," sambung Agung DPD PKS Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini.
Dari sejumlah aspirasi yang diterimanya, persoalan infrastruktur masih mendominasi. Terutama terkait perbaikan dan peningkatan jalan. "Hampir 80 persen, kebanyakan usulan kader-kader anggota kita ini adalah perbaikan dan peningkatan jalan," beber Agung.
Menurutnya, banyaknya usulan terkait jalan cukup beralasan. Sebab, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Batola masih membutuhkan perhatian. "Mereka minta peningkatan jalan kompleks perumahan maupun jalan-jalan yang padat penduduk,"katanya.
Agung menilai, usulan tersebut perlu disinkronkan dengan visi dan misi Bupati Batola, terutama dalam program peningkatan infrastruktur melalui betonisasi. Menurutnya, pembangunan jalan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah yang menjadi prioritas.
"Jadi usulan dari masyarakat ini kita sinkronkan dengan visi dan misi bupati. Kalau memang masuk dalam program betonisasi, tentu kita dorong supaya bisa direalisasikan,"ujar Agung.
Ia berharap, komunikasi yang semakin mudah antara masyarakat dan wakil rakyat dapat membuat berbagai persoalan di lapangan lebih cepat diketahui. Termasuk kebutuhan perbaikan jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga. "Yang jelas, aspirasi dari masyarakat tetap kita tampung. Nanti kita perjuangkan dan disesuaikan dengan program pembangunan daerah," pungkasnya. (lan)
Editor : Arief M