RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai tancap gas menghadapi Pemilu 2029.
Empat tahun menjelang pesta demokrasi, mesin politik Hanura Kalsel mulai dipanaskan. Targetnya pun tak main-main: mengamankan satu hingga dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kalsel.
Keseriusan itu tak hanya ditunjukkan lewat konsolidasi kader. Hanura Kalsel juga memperkuat infrastruktur politik dengan menempati kantor baru yang berdiri di Jalan Trikora, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan dan Kebijakan Strategis, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi Hanura kini bergerak di berbagai daerah di Indonesia.
Ia optimistis Hanura mampu kembali menembus parlemen, termasuk dari Kalsel, berapa pun besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang nantinya ditetapkan pemerintah bersama DPR.
“Kami sedang bekerja di seluruh Indonesia. Konsolidasi nasional terus kami lakukan. Kami yakin Hanura akan lolos. Target kita satu atau dua kursi DPR RI bisa benar-benar kita amankan dari Dapil Kalsel,” tegas Rio seusai menghadiri agenda partai di Banjarbaru, Minggu (30/8/2026).
Tak Mau Disebut Curi Start
Gerak cepat Hanura Kalsel mulai terlihat dari penyebaran logo dan atribut partai kepada masyarakat.
Langkah tersebut sempat dipandang sebagai bentuk “curi start” politik menuju Pemilu 2029. Namun, Rio justru menepis anggapan tersebut.
Menurutnya, belum ada tahapan kampanye yang ditetapkan penyelenggara pemilu sehingga tidak tepat jika aktivitas konsolidasi partai disebut mencuri start.
“Kalau mencuri start itu kalau start-nya sudah ada. Ini start-nya saja belum ditetapkan oleh penyelenggara, tapi kita sudah jalan duluan. Jadi tidak ada istilah curi start,” selorohnya.
Bangun Markas Baru, Perkuat Kemandirian
Kesiapan Hanura Kalsel juga terlihat dari markas barunya di Jalan Trikora, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Gedung dua lantai tersebut berdiri di atas lahan lebih dari 1.000 meter persegi. Kantor itu dilengkapi simbol kepala singa yang menjadi logo baru Hanura serta fasilitas percetakan mandiri untuk memproduksi alat peraga dan berbagai atribut partai.
Patrice Rio Capella bersama rombongan DPP meninjau langsung kantor tersebut pada Sabtu (29/8/2026) malam. Kedatangan mereka disambut Ketua DPD Hanura Kalsel Sayed Jafar Alaydrus (SJA) bersama jajaran pengurus.
Rio menilai keberadaan markas dengan fasilitas yang memadai menjadi salah satu indikator kesiapan sebuah partai politik modern.
“Partai politik modern itu ditandai dengan alamat yang jelas, kegiatan yang jelas, dan program ke depan yang jelas. Infrastruktur dan superstruktur Hanura Kalsel dipersiapkan dengan sangat baik. Harapan kita, Kalsel menjadi titik awal bagi Hanura untuk terus menyala di Pulau Kalimantan,” ujarnya.
Sementara itu, Sayed Jafar Alaydrus mengatakan kantor baru tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi.
Menurutnya, seluruh kebutuhan menghadapi kontestasi politik harus dipersiapkan sejak dini tanpa terlalu bergantung kepada pihak lain.
“Kalau kita ingin bertanding, memang semuanya harus kita lengkapi sendiri, jangan lagi terlalu mengharapkan orang lain,” ungkap mantan Bupati Kotabaru tersebut.
Tak hanya menjadi pusat strategi Pemilu 2029, kantor itu juga dirancang sebagai rumah aspirasi masyarakat dan pusat kegiatan sosial.
Bahkan, Hanura Kalsel menyiapkan kantor tersebut sebagai salah satu titik untuk membantu penanganan sosial, termasuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
3.000 Warga Ramaikan Jalan Santai
Konsolidasi politik Hanura Kalsel kemudian dikemas dalam kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Gerak Jalan Santai digelar Minggu (30/8/2026) pagi. Mengambil rute sekitar 3,5 kilometer dari Kantor DPD Hanura Kalsel menuju Gedung Sayed Jafar Alaydrus, kegiatan itu diikuti lebih dari 3.000 warga dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
Sekretaris DPD Hanura Kalsel sekaligus Ketua Panitia, Syarifah Santiyansah, mengatakan antusiasme masyarakat di luar perkiraan.
Padahal, masa pendaftaran peserta hanya dibuka selama empat hari.
“Masyarakat sangat antusias. Ini pertama kalinya Hanura menggelar jalan santai dengan dukungan Pak SJA. Lebih dari 3.000 peserta mendaftar menggunakan KTP, dan mereka terlihat bangga memakai kaus berlogo Hanura di dada,” kata Syarifah.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan Hanura untuk melakukan KTA-nisasi atau proses pendaftaran warga yang berminat menjadi kader resmi partai.
Kegiatan ditutup dengan pembagian berbagai doorprize, mulai dari sepeda listrik, kulkas hingga mesin cuci.
Bagi Hanura Kalsel, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Di balik markas baru, konsolidasi kader dan kegiatan yang melibatkan ribuan warga, mesin politik menuju Pemilu 2029 mulai dipacu jauh sebelum garis pertarungan resmi ditentukan.
Editor : Eddy Hardiyanto