RADARBANJARMASINJAWAPOS.COM, MARABAHAN – Kabar duka menyelimuti Partai Amanat Nasional (PAN) dan DPRD Barito Kuala (Batola). Anggota Komisi II DPRD Batola sekaligus Ketua DPD PAN Batola, H Reidan Winata, meninggal dunia setelah cukup lama menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin.
Reidan mengembuskan napas terakhir pada Jumat (28/8/2026) dini hari, dalam usia sekitar 56 tahun.
Sebelum dimandikan dan disalatkan di Masjid Al Jihad, jenazah almarhum sempat disemayamkan di rumah duka di Jalan Trans Kalimantan, Kompleks Handil Bakti Indah, Kecamatan Alalak, Batola.
Suasana duka langsung menyelimuti rumah almarhum. Sejak kabar kepergiannya tersebar, pelayat dari berbagai kalangan berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Rekan di DPRD: Sosok yang Selalu Memotivasi
Para pelayat datang dari berbagai kalangan, mulai dari anggota DPRD Batola, masyarakat, hingga jajaran pemerintahan daerah.
Kepergian Reidan meninggalkan kehilangan mendalam bagi keluarga, kolega, dan rekan-rekannya di DPRD Batola.
Anggota DPRD Batola Hendry Dyah Estingrum, yang merupakan rekan almarhum, mengenang Reidan sebagai sosok luar biasa dan penuh semangat. Ia juga dikenal kerap memberikan motivasi kepada rekan-rekannya.
“Beliau sosok luar biasa. Selalu memberikan motivasi kepada kawan-kawan. Perjuangannya dan semangatnya luar biasa,” ungkap perempuan yang akrab disapa Bu Arum itu.
Arum mengaku menerima kabar duka tersebut sekitar pukul 00.10 Wita dari istri almarhum.
Ia menyebut Reidan cukup lama menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin sebelum akhirnya berpulang.
“Saya pribadi dan keluarga serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.
Ketua DPRD: Reidan Mentor dan Senior
Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono juga menyampaikan duka mendalam.
Bagi Ayu, Reidan bukan sekadar kolega di lembaga legislatif. Almarhum merupakan salah satu senior sekaligus mentor bagi dirinya dan anggota DPRD Batola lainnya dalam perjalanan politik.
“Saya dan kawan-kawan anggota DPRD Batola sangat-sangat berduka atas meninggalnya Pak Haji Reidan. Beliau mentor dan senior kami di dunia politik,” ungkap Ayu.
Ia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga beliau husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin ya rabbal alamin,” ucapnya.
Dikenang sebagai Sosok Humble dan Kritis
Duka juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Batola M Agung Purnomo.
Agung mengenang Reidan sebagai sosok yang humble, mudah bergaul, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan siapa pun.
Selama menjalankan tugas bersama di DPRD Batola, Reidan juga dikenal kritis, terutama ketika membahas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Selama kami bersama-sama di DPRD, ulun mengenal almarhum sebagai sosok yang sangat humble, mudah bergaul dan komunikasinya sangat baik dengan siapa pun. Beliau juga orangnya kritis, terutama ketika membahas persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ungkap Agung.
Menurutnya, kemampuan Reidan membangun komunikasi menjadi salah satu hal yang paling dikenang.
Perbedaan pandangan dalam pembahasan tidak membuat suasana menjadi panas. Reidan, kata Agung, mampu menyampaikan kritik secara tegas namun tetap menjaga komunikasi dengan kolega maupun mitra kerja.
“Yang paling saya rasakan, beliau selalu bisa membangun komunikasi yang baik, baik dengan sesama anggota DPRD maupun dengan mitra kerja. Jadi kalau ada perbedaan pandangan dalam pembahasan, beliau bisa menyampaikannya secara kritis tetapi tetap dalam suasana yang baik,” tuturnya.
Dimakamkan di Liang Anggang
Bagi Agung, Reidan bukan lagi sekadar rekan kerja, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar DPRD Batola.
“Bagi kami, beliau bukan hanya rekan kerja di DPRD, tetapi juga sudah menjadi bagian dari keluarga besar kami. Tentu kami sangat kehilangan sosok beliau. Mudah-mudahan seluruh pengabdian dan kebaikan beliau selama ini menjadi amal ibadah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.
“Atas nama keluarga besar DPRD, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Jenazah H Reidan Winata disalatkan pada Jumat (28/8/2026) selepas salat Jumat di Ruang Induk Masjid Al-Jihad.
Selanjutnya, jenazah almarhum dimakamkan di Alkah Aisyiyah Cabang Banjarmasin 4, Jalan A Yani Km 21, Liang Anggang, Banjarbaru.
Kepergian Reidan meninggalkan duka bagi keluarga, PAN, DPRD Batola, serta orang-orang yang selama ini mengenalnya sebagai sosok senior, komunikatif, kritis, dan penuh semangat dalam menjalankan pengabdian.
Editor : Eddy Hardiyanto