Hadapi Kabut Asap, DPRD Tapin Dorong Layanan Kesehatan Makin Siaga

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:40 WIB
BERI MASUKAN: Anggota DPRD Tapin Taufik Hidayat memberikan masukan untuk menghadapi kabut asap.
Foto Rasidi Fadli 
BERI MASUKAN: Anggota DPRD Tapin Taufik Hidayat memberikan masukan untuk menghadapi kabut asap. Foto Rasidi Fadli 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tapin mendapat perhatian DPRD. Selain berdampak terhadap lingkungan, kabut asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Anggota DPRD Tapin Taufik Hidayat meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian sejak dini.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memperkuat langkah antisipasi, terutama di wilayah yang titik karhutlanya cukup tinggi.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika masyarakat sudah banyak yang terdampak. Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Taufik menilai, kesiapan Dinas Kesehatan melalui puskesmas dan RSUD Datu Sanggul merupakan langkah penting. Namun, kesiapan tersebut harus dibarengi dengan pemantauan kondisi udara dan kesehatan masyarakat secara berkala.

Ia mendorong agar petugas kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Jika kondisi asap semakin parah, pelayanan kesehatan bisa lebih aktif menyasar masyarakat di wilayah terdampak.

“Kalau ada wilayah yang terdampak cukup parah, pelayanan keliling maupun posko kesehatan bisa diaktifkan. Jadi masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pelayanan,” katanya.

Selain itu, ketersediaan masker dan obat-obatan juga diminta dipastikan cukup, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

Menurut Taufik, edukasi kepada masyarakat juga tidak kalah penting. Masyarakat perlu mengetahui kapan harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan kapan harus segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

“Jangan hanya membagikan masker. Masyarakat juga harus diberikan pemahaman bagaimana melindungi diri dari paparan asap,” tegasnya.

Di sisi lain, ia meminta koordinasi antarinstansi diperkuat. BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa hingga relawan harus memiliki langkah penanganan yang jelas apabila terjadi peningkatan karhutla dan kabut asap.

Taufik juga mendorong pemerintah melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kalau titik rawan sudah dipetakan, petugas bisa lebih cepat bergerak,” ujarnya.

Ia berharap upaya pencegahan dapat berjalan beriringan dengan penanganan dampak kesehatan. Sebab, persoalan karhutla bukan hanya soal api yang harus dipadamkan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Intinya kita tidak ingin masyarakat menjadi korban. Pemerintah harus hadir dari sisi pencegahan, pemadaman, sampai penanganan kesehatan,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
mendapat perhatian dprd berdampak pada lingkungan Kebakaran Hutan Tapin Rantau