BMKG Sebut Puncak Kemarau di Tabalong Hingga September

Ibnu Dwi Wahyudi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:06 WIB
RAPAT KESIAPSIAGAAN BENCANA : Jajaran instansi pemerintah saat melakukan rapat koordinasi menghadapi bencana kebakaran hutan lahan dan kekeringan. 
RAPAT KESIAPSIAGAAN BENCANA : Jajaran instansi pemerintah saat melakukan rapat koordinasi menghadapi bencana kebakaran hutan lahan dan kekeringan. (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi /Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong menggelar rapat koordinasi kebakaran hutan lahan dan kekeringan di Pendopo Bersinar Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Rabu (19/8/2026).

Rapat itu dihadiri berbagai instansi terkait. Diantaranya, Basarnas, Polres Tabalong, Kodim 1008 Tabalong, aparat desa, dan lainnya.

Mereka yang hadir untuk menetapkan status siaga bencana di Tabalong, khususnya terkait kebakaran hutan lahan dan kekeringan.

Untuk menetapkannya, mereka menghadirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selaku instansi yang memantau kondisi cuaca Tabalong untuk beberapa hari kedepan.

Kepala Stasiun BMKG Kalimantan Selatan, Klaud Johannes Apoh Damanik menyimpulkan fenomena kekeringan El Nino pada tahun 2026 ini mencapai intensitas sangat kuat di Samudera Pasif, yang dampaknya memicu kondisi iklim lebih kering di wilayah Kabupaten Tabalong.

"Musim Kemarau di Kabupaten Tabalong diprediksi memiliki sifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus dan September 2026," katanya.

Sementara untuk hari tanpa hujan di beberapa wilayah berbeda-beda. Sebagai diprediksi 11 sampai 20 hari, sebagian  21 sampai 30 hari dan sebagian lagi 31 sampai 60 hari.

"Curah hujan di Kabupaten Tabalong untuk bulan September hingga Oktober 2026 secara umum diprediksi berada pada kategori rendah, sedangkan pada November 2026 curah hujan meningkat menjadi menengah," imbuhnya.

Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fachrozi menjelaskan, ditengah kekeringan sudah terjadi 28 kali kebakaran hutan dan lahan di Tabalong.

"Dengan luas yang terbakar sampai saat ini mencapai 108, 45 hektare," katanya.

Titik lokasi kebakaran tersebut berada di empat kecamatan. Yaitu Tanta, Haruai, Kelua dan Murung Pudak. 

Dengan kondisi tersebut, rapat koordinasi akan mengajukan rekomendasi ke kepala daerah setempat untuk menetapkan status siaga bencana terhadap kondisi kebakaran hutan lahan dan kekeringan di Tabalong ini. 

Editor : Arif Subekti
Tabalong tanjung BPBD rapat Koordinasi