RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – Fraksi DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) memberikan sejumlah catatan terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang disampaikan Pemerintah Kabupaten HST dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (18/8/2026).
Pandangan umum fraksi menyoroti pentingnya memastikan penyesuaian anggaran tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan dasar maupun program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
Fraksi Partai Golkar menjadi salah satu fraksi yang memberikan perhatian terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta keberlanjutan pelayanan dasar, khususnya sektor kesehatan.
Juru bicara Fraksi Golkar, Abdi Ahyani mengatakan efisiensi anggaran harus dilakukan secara cermat dan selektif agar tidak menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengurangan anggaran tidak boleh mengakibatkan menurunnya kualitas pelayanan dasar, terutama pada sektor kesehatan yang merupakan kebutuhan fundamental masyarakat,” ujarnya.
Selain kesehatan, Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, UMKM, pertanian, perikanan dan sektor ekonomi produktif.
Menurut fraksi tersebut, penyesuaian anggaran harus tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan.
Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra menekankan pentingnya memastikan setiap perubahan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Juru bicara Fraksi Gerindra, Erwin Jecky Silalahi mengatakan efisiensi memang diperlukan dalam kondisi penyesuaian anggaran, namun tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik maupun menghambat program pembangunan yang menjadi prioritas daerah.
“Setiap perubahan anggaran harus benar-benar diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Efisiensi anggaran perlu tetap dijaga tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik,” katanya.
Catatan tersebut disampaikan seiring dengan rancangan Perubahan APBD 2026 yang mengalami penyesuaian cukup signifikan pada sisi belanja.
Dalam rancangan yang disampaikan Bupati HST Samsul Rizal, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp1,88 triliun, turun Rp325,89 miliar dibandingkan pagu APBD 2026 sebesar Rp2,21 triliun.
Belanja tersebut terdiri dari belanja operasi sekitar Rp1,48 triliun, belanja modal Rp297,37 miliar, belanja tidak terduga Rp15 miliar dan belanja transfer Rp91,80 miliar.
Penurunan terjadi pada sejumlah pos, dengan belanja operasi berkurang sekitar Rp91,32 miliar, belanja modal turun Rp76,39 miliar dan belanja transfer berkurang sekitar Rp128,36 miliar.
Meski terdapat penyesuaian belanja, fraksi-fraksi DPRD HST menilai arah perubahan anggaran tetap harus menjaga pelayanan dasar dan memastikan program prioritas tidak kehilangan substansi manfaatnya bagi masyarakat.
Dalam pandangan umum yang disampaikan, seluruh fraksi DPRD HST menerima Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas lebih lanjut menjadi Perda.
Editor : Sutrisno