Wilayah Daha Butuh Sumur Bor dan Dokter Spesialis ! Diusulkan Masuk Prioritas APBD 2027

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:54 WIB
Wakil Ketua I DPRD HSS H. Husnan.
Wakil Ketua I DPRD HSS H. Husnan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kekeringan yang mengancam lahan pertanian dan keterbatasan layanan medis spesialis menjadi perhatian DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Wakil Ketua I DPRD HSS, H. Husnan, meminta pemerintah daerah memasukkan pembangunan sumur bor untuk lahan pertanian serta penambahan dokter spesialis dan alat kesehatan di Rumah Sakit Daha Sejahtera dalam prioritas anggaran.

Usulan tersebut disampaikan Husnan saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD HSS bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD HSS, Senin (10/8/2026).

Untuk sektor pertanian, Husnan menilai sumur bor diperlukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Kekeringan berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian masyarakat di wilayah Daha Negara.

Ia meminta Dinas Pertanian terlebih dahulu memetakan lokasi yang membutuhkan sumber air tambahan. Dengan begitu, pembangunan sumur bor dapat diarahkan ke kawasan yang benar-benar mengalami keterbatasan air.

"Untuk daerah Daha, kita perlu mengantisipasi kekeringan. Sumur bor bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu lahan pertanian masyarakat," ujar Husnan.

Tak hanya pertanian, Husnan juga menyoroti pelayanan kesehatan di wilayah Daha. Menurutnya, Rumah Sakit Daha Sejahtera perlu diperkuat dengan tambahan dokter spesialis dan alat kesehatan.

Penambahan fasilitas tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak harus menempuh perjalanan ke RSUD Brigjend Hasan Basry Kandangan ketika membutuhkan pelayanan medis spesialis.

"Dokter spesialis dan alat kesehatan juga perlu ditambah di Rumah Sakit Daha Sejahtera. Jangan sampai masyarakat harus jauh-jauh ke Kandangan hanya untuk mendapatkan pelayanan spesialis," katanya.

Husnan berharap kebutuhan tersebut tidak hanya menjadi rencana dalam pembahasan anggaran. Ia bahkan mendorong pemerintah daerah merealisasikannya lebih cepat jika memungkinkan.

"Kalau bisa direalisasikan di APBD Perubahan 2026, itu jauh lebih baik lagi," pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
sumur bor Daha dokter spesialis