Dampingi Korban Sengketa Lahan di Landasan Ulin

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:21 WIB
Anggota DPRD Banjarbaru saat menyambangi kediaman seorang ibu tunggal dua anak di Landasan Ulin yang tengah menghadapi kasus sengketa pengklaiman lahan oleh pihak lain (Emi Untuk Radar Banjarmasin)
Anggota DPRD Banjarbaru saat menyambangi kediaman seorang ibu tunggal dua anak di Landasan Ulin yang tengah menghadapi kasus sengketa pengklaiman lahan oleh pihak lain (Emi Untuk Radar Banjarmasin)

 DPRD Banjarbaru Pastikan Anak Korban Dapat Trauma Healing

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Dua anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari dan Ir Takyin Baskoro memberikan pendampingan dan dukungan moral secara langsung kepada seorang ibu tunggal dua anak, Nana di kawasan Landasan Ulin yang tengah menghadapi kasus sengketa pengklaiman lahan oleh pihak lain.

Peristiwa pengklaiman lahan yang diwarnai situasi menegangkan di lapangan tersebut tidak hanya mengganggu mata pencaharian korban, tetapi juga berdampak buruk pada kondisi psikologis anak-anaknya.

Emi mengungkapkan, intimidasi yang terjadi di lapangan membuat dua anak korban yang masih duduk di bangku SD dan TK mengalami trauma mendalam akibat ketakutan setiap kali melihat kedatangan rombongan orang tak dikenal.

"Beliau ini merupakan ibu tunggal dengan dua anak yang menggantungkan hidup dari berjualan kue. Akibat kasus ini, praktis beliau tidak bisa berjualan karena rasa was-was dan ketakutan berada di rumah," ujar Emi, Minggu (9/8).

Menanggapi persoalan mendesak ini, Emi memastikan sejumlah langkah konkret telah diambil untuk melindungi korban dan keluarganya.

Selain penanganan kasus hukum yang saat ini sudah ditangani oleh tim pengacara, Emi juga bergerak cepat memfasilitasi pendampingan psikologis melalui instansi terkait.

"Kita hadir untuk memfasilitasi program-program dari Pemerintah Kota, yaitu melakukan pendampingan untuk anaknya di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Kemarin sudah dilakukan kunjungan, dan berikutnya adalah pendampingan psikologis agar anaknya tidak trauma dan tumbuh kembangnya tidak mengalami gangguan," jelas Emi.

Emi mengaku sempat menawarkan bantuan fasilitas sewa rumah demi keamanan dan kenyamanan keluarga tersebut.

Namun, warga yang bersangkutan memutuskan untuk tetap bertahan di lokasi demi mempertahankan hak atas rumah dan tanahnya.

"Kami sempat tawarkan kalau memang perlu bantuan untuk sewa rumah, tapi beliau memutuskan untuk tetap bertahan mempertahankan haknya. Salah satu hal yang membuat beliau punya keberanian dan semangat untuk bertahan itu karena merasa harus mempertahankan rumah yang memang sudah dibantu oleh Bu Wali Kota," ungkap Emi.

Emi menceritakan bahwa rumah tinggal korban memiliki nilai emosional yang sangat mendalam. Sebelum mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Erna Lisa Halaby sebelum menjabat sebagai Wali Kota kondisi bangunan tersebut sangat tidak layak huni.

"Rumah beliau itu dulu pas hujan deras seng-sengnya pada terbang dan pintunya tidak layak, sehingga kemudian mendapat bantuan dari Bu Wali. Nah, itu yang menjadi satu spirit beliau untuk mempertahankan rumah itu," katanya.

Melihat kondisi korban yang merupakan perempuan tunggal dengan latar belakang ekonomi terbatas, Emi menegaskan pentingnya kehadiran negara dan wakil rakyat di tengah persoalan masyarakat kecil.

"Walaupun sebenarnya tidak mudah untuk seorang perempuan ibu tunggal dua anak dengan latar belakang pendidikan yang biasa saja dan penghasilan hanya dari membuat kue, itu sesuatu yang luar biasa dan tidak gampang. Oleh karenanya, kehadiran wakil rakyat untuk mendukung dan memberikan dukungan moril itu sangat penting, termasuk memastikan bahwa pemerintah hadir di persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat," pungkas Emi.

Sementara itu, Takyin Baskoro juga meminta aparat yang terdiri dari RT, RW, kelurahan hingga Polsek untuk memastikan keamanan keluarga Nana di rumahnya. Ia berjanji akan berkoordinasi terkait keamanan keluarga Nana dengan para aparat terkait.

Untuk menyangkut keamanan Ibu Nana, kami nanti juga akan berkoordinasi, ya, dengan RT, RW, Lurah, dan Polsek setempat, dengan pihak yang berwajib, supaya betul-betul Ibu Nana ini bisa tinggal di sini dengan tentram, aman, tidak waswas. Ini akan kita koordinasikan,” tutupnya

Editor : Arif Subekti
memberikan dukungan moral emi lasari pendampingan Anggota DPRD Banjarbaru