Proyeksi APBD Perubahan HST Turun Rp17,18 Miliar, Ini Penyebabnya

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:28 WIB
APBD PERUBAHAN: Bupati Samsul Rizal menyampaikan KUA PPAS APBD Perubahan. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
APBD PERUBAHAN: Bupati Samsul Rizal menyampaikan KUA PPAS APBD Perubahan. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) telah disampaikan.

Dalam rancangan itu, proyeksi pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp17,18 miliar.

Rancangan perubahan KUA dan PPAS itu disampaikan Bupati HST Samsul Rizal dalam Rapat Paripurna DPRD HST yang dipimpin Ketua DPRD HST H. Pahrijani di ruang rapat paripurna DPRD HST, Jumat (7/8/2026).

Samsul Rizal menjelaskan, proyeksi pendapatan daerah dalam APBD 2026 semula ditetapkan sebesar Rp1,76 triliun. Dalam rancangan perubahan, angka tersebut menjadi Rp1,74 triliun.

"Perubahan ini diperlukan karena ada beberapa asumsi maupun proyeksi yang mengalami perubahan selama perjalanan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026," ujarnya.

Penurunan proyeksi pendapatan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya target lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Menariknya, di tengah penurunan total pendapatan, dua komponen pendapatan daerah justru mengalami peningkatan.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dari Rp259,02 miliar menjadi Rp261,55 miliar atau bertambah Rp2,53 miliar.

Sementara pendapatan transfer meningkat Rp10,97 miliar, dari sebelumnya Rp1,45 triliun menjadi Rp1,46 triliun.

Selain perubahan pendapatan, Pemkab HST juga menyesuaikan penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, SiLPA 2025 tercatat Rp154,02 miliar. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding proyeksi awal sebesar Rp462,76 miliar.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap struktur belanja daerah. Belanja yang sebelumnya diproyeksikan Rp2,21 triliun disesuaikan menjadi Rp1,89 triliun.

Menurut Samsul, penyesuaian dan realokasi anggaran dilakukan agar program dan kegiatan yang telah direncanakan tetap dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kemampuan fiskal daerah.

"Diharapkan hal ini dapat memperlancar kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya yang dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kendala, sehingga perlu dilakukan beberapa perubahan," katanya.

Ia berharap pembahasan bersama DPRD HST dapat berjalan lancar sehingga Perubahan APBD 2026 segera ditetapkan dan menjadi dasar pelaksanaan program pemerintah daerah.

Editor : Sutrisno
Barabai HST