RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Kondisi jembatan kayu yang rusak parah di Desa Muara Ninian RT 02, Kecamatan Juai, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Anggota DPRD Kabupaten Balangan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman langsung turun ke lokasi pada Kamis (6/8) untuk melakukan pengukuran dan peninjauan fisik bangunan.
Langkah inspeksi ini merupakan tindak lanjut atas rentetan keluhan masyarakat setempat. Jembatan yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi petani karet itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan terus mengancam keselamatan para pelintas.
Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Fatturahman menyebutkan bahwa intervensi pemerintah harus segera dilakukan sebelum kerusakan infrastruktur tersebut memakan korban jiwa yang lebih fatal. Berdasarkan pantauannya di lapangan, konstruksi kayu sudah lapuk dan sangat rawan ambruk.
"Jembatan kayunya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan sudah ada beberapa warga yang terjatuh saat membawa hasil produksi kebun karet melintasi jembatan tersebut," ucapnya disela rapat paripurna di DPRD Balangan, Jumat (7/8).
Merespons dorongan percepatan dari pihak legislatif, jajaran eksekutif melalui instansi teknis terkait langsung melakukan perhitungan struktur bangunan sebagai langkah awal penyusunan draf penganggaran.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Balangan, Rina Aryani menjelaskan bahwa timnya telah mengantongi data spesifikasi jembatan tersebut. Rencana perbaikan total infrastruktur ini akan dimasukkan ke dalam postur keuangan daerah tahun depan.
"Dari hasil pengukuran, panjang jembatan mencapai sekitar 75 meter dengan kedalaman sungai sekitar 4 meter. Hasil survei ini akan menjadi bahan usulan pada anggaran tahun 2027," terangnya.
Rencana perbaikan jembatan vital ini pun langsung disambut kelegaan oleh masyarakat desa yang sehari-harinya menggantungkan mobilitas dan mata pencaharian pada akses tersebut.
Syamsudin, salah seorang warga berusia 50 tahun yang bermukim di kawasan itu mengaku sangat bersyukur keluhan mereka akhirnya didengar. Baginya, jembatan tersebut adalah akses tercepat dan satu-satunya untuk mengangkut hasil panen kebun demi menyambung hidup.
"Ini untuk kepentingan orang banyak. Terima kasih karena sudah mau memperbaiki jembatan yang setiap hari kami lewati untuk pergi ke kebun," tuturnya.