RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Mesin politik Partai Golkar Kota Banjarmasin mulai dipanaskan. Pergantian posisi sekretaris menjadi momen bagi partai berlambang pohon beringin itu memperkuat konsolidasi hingga tingkat bawah.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, H Yuni Abdi Nur Sulaiman menunjuk dr Aulia Ramadhan Supit sebagai Sekretaris baru. Aulia menggantikan almarhum Syarifuddin Ardasa yang belum lama ini meninggal dunia.
Yuni mengatakan penunjukan Rama (sapaan dr Ramadhan Supit, red) sebagai Sekretaris DPD Golkar Banjarmasin itu biasa disapa, sudah melalui pertimbangan. Menurutnya, Rama dinilai memiliki pengalaman yang cukup untuk mendampingi dirinya memimpin roda organisasi partai.
"Saya mengamanahkan dr Rama sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin. Menurut saya, sosok dr Rama memang yang pas," ujarnya.
Selain berlatar belakang dokter, Aulia juga pernah duduk di legislatif selama satu periode. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal memahami dunia politik sekaligus menjalankan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
"Selain beliau dokter, pernah juga di legislatif dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan dan generasi," kata Yuni.
Penunjukan tersebut juga dilakukan dalam waktu yang relatif cepat. Yuni menyebut, kondisi organisasi menuntut posisi Sekretaris segera diisi karena ada sejumlah agenda yang harus diselesaikan.
"Mengingat waktu sudah sangat mendesak, pleno harus segera dilaksanakan. Kami harus segera menandatangani SK untuk para pengurus lima kecamatan dan juga mengadakan musyawarah Kelurahan," jelasnya.
Menurutnya, seluruh agenda konsolidasi tersebut ditargetkan rampung pada Agustus. Harapannya, struktur kepengurusan baru sudah siap sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Partai Golkar pada Oktober mendatang.
"Target kami semua sudah terlaksana pada bulan Agustus ini. Supaya sebelum HUT Golkar bulan Oktober, bisa dirayakan bersama pengurus-pengurus yang baru," tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan penunjukan ini adalah amanah dan menjadi tanggungjawab besar yang diberikan kepadanya.
Dr Rama menyebut penunjukan tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk bersama-sama membesarkan Golkar di Kota Banjarmasin. Apalagi, partai Golkar sudah memasang sejumlah target politik ke depan.
"Karena sudah menjadi perintah partai saya siap. Ke depan saya bersama Ketua tentu harus membesarkan Partai Golkar dan menambah lagi kursi pada pemilu berikutnya," ujarnya.
Tak hanya membidik penambahan kursi DPRD, Golkar juga menargetkan keterlibatan dalam Pilkada Kota Banjarmasin dengan mengusung Ketua DPD sebagai calon Wali Kota Banjarmasin.
"Target utama kami ada dua, yaitu perolehan kursi dan Pilkada. Partai Golkar juga berkeinginan terlibat dalam Pilkada Kota Banjarmasin dengan mengusung Pak Ketua untuk menjadi Wali Kota," katanya.
Untuk mengejar target tersebut, dr Rama menilai konsolidasi internal harus diperkuat. Salah satunya melalui koordinasi rutin antara DPD dan Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Banjarmasin.
"Kami akan terus melakukan koordinasi. Minimal satu bulan sekali kami melakukan tatap muka atau rapat koordinasi untuk membahas permasalahan-permasalahan, terutama yang menyangkut masyarakat Kota Banjarmasin," jelasnya.
Ia juga mendorong anggota Fraksi Golkar agar lebih aktif turun ke masyarakat. Menurutnya, kerja politik tidak cukup hanya dilakukan di ruang rapat DPRD, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kami berharap anggota fraksi yang sekarang sudah duduk di dewan juga ikut aktif turun ke masyarakat. Ketika ada keluhan-keluhan masyarakat, harus berperan aktif," tegasnya.
Menghadapi persaingan perebutan kursi DPRD yang diprediksi semakin ketat, Golkar juga mulai menyiapkan strategi. Salah satunya dengan memaksimalkan kinerja kader yang sudah duduk di legislatif sekaligus menyiapkan calon-calon baru yang kompeten.
"Kami akan memaksimalkan kinerja Fraksi Partai Golkar melalui anggota DPRD untuk lebih terjun ke masyarakat. Di samping itu, kami akan mempersiapkan calon-calon tambahan untuk memperoleh kursi yang kompeten, baik dari sisi kapasitas kedewanan maupun kesiapan lainnya," katanya.
Namun demikian, dr Rama belum membuka seluruh strategi yang disiapkan Golkar. "Kalau strategi-strategi tertentu mungkin ada yang tidak bisa kami sampaikan di sini. Yang jelas, kami akan melakukan konsolidasi terus," ujarnya.
Menariknya, kepengurusan Golkar Kota Banjarmasin saat ini juga banyak diisi kalangan muda. Dr Rama menyebut sekitar 70 persen pengurus berasal dari generasi Z.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal menghadapi perubahan peta pemilih pada pemilu mendatang. Karena itu, pendekatan politik Golkar juga mulai diarahkan ke ruang digital.
"Kalau dulu sosialisasi lebih banyak menggunakan cara-cara konvensional. Sekarang tentu akan berubah dan lebih banyak menggunakan digital," katanya.
"Kami juga fokus mengembangkan konten-konten, terutama untuk media sosial Golkar Kota Banjarmasin," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani