RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi bersama Anggota DPRD Kotabaru, Kadir turun langsung meninjau penyaluran solar subsidi bagi nelayan di kawasan Rampa Berkah, Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar dinikmati nelayan.
Di lokasi, suasana penyaluran berlangsung ramai. Puluhan warga, yang didominasi ibu-ibu, tampak mengantri sambil membawa Jeriken berkapasitas 10 liter.
Jeriken berwarna merah, kuning, dan putih berjajar memenuhi area penyaluran menunggu giliran diisi solar subsidi.
Solar subsidi tersebut dijual seharga Rp9 ribu per liter. Warga terlihat tertib mengikuti antrian yang telah diatur oleh pengelola.
Di lokasi juga terpasang spanduk yang menerangkan bahwa penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perikanan, SPBN Saijaan, Kelompok Nelayan Bintang Kejora, POSBI Kalsel, dan Pemerintah Desa Rampa.
Abu Suwandi mengatakan, pengawasan langsung ini merupakan bagian dari fungsi DPRD untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak menyulitkan nelayan yang menggantungkan mata pencaharian dari hasil melaut.
“Saya tadi jalan jalan kesini dan melihat langsung saya datangi untuk melihat apa yang ada di lapangan sekaligus melakukan pengawasan,” beritahunya kepada Radar Banjarmasin, Selasa (28/7).
Senada, Anggota DPRD Kotabaru, Kadir menilai ketersediaan solar subsidi menjadi kebutuhan penting bagi nelayan. Karena itu, distribusi harus terus diawasi agar tetap berjalan lancar dan sesuai aturan.
Sementara itu, pengelola penyaluran BBM nelayan, Sukmajaya, menjelaskan mekanisme penyaluran solar subsidi kepada nelayan di Rampa Berkah.
Menurut Sukmajaya, penyaluran dilakukan berdasarkan data nelayan yang telah memenuhi persyaratan sehingga solar subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Disini warga berharap distribusi solar subsidi dapat terus berlangsung secara lancar. Selain membantu menekan biaya operasional melaut, ketersediaan BBM juga menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas nelayan di wilayah pesisir Kotabaru,” tutupnya mengakhiri.
Editor : M Oscar Fraby