RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Memasuki musim kemarau, DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta berperan aktif mencegah kebakaran agar bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan tidak kembali terjadi.
Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun meninggalkan api unggun yang masih menyala saat beraktivitas di ladang.
"Karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan, merusak lingkungan dan ekosistem, serta menyebabkan kerugian ekonomi yang mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Politisi Partai NasDem tersebut mengajak seluruh masyarakat menjaga kelestarian hutan dan lingkungan agar Kabupaten Hulu Sungai Tengah tetap terbebas dari kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Yajid, DPRD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.
"Dalam setiap sosialisasi ke dapil masing-masing, kami juga gencar mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sebab pembakaran hutan dapat dikenai pidana," tegasnya.
Berdasarkan data BPBD HST, sepanjang 2025 tercatat 40,83 hektare lahan terbakar. Angka tersebut menjadi perhatian DPRD agar upaya mitigasi pada 2026 semakin diperkuat sehingga luas lahan yang terbakar dapat ditekan.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadinor, mengatakan hingga pertengahan 2026 pihaknya baru mencatat satu kejadian kebakaran lahan.
"Kejadiannya pada 31 Januari 2026 di Desa Anduhum, Kecamatan Batang Alai Selatan, dan baru satu kali kejadian," jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD HST bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Pemerintah pun kembali mengingatkan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran hutan dan lahan, seiring mulai masuknya musim kemarau di berbagai wilayah.
Editor : Eddy Hardiyanto