ASN Kalsel Tolak Digeneralisasi, Kritik Rifqinizamy Dinilai Tak Cerminkan Kondisi Saat Ini

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:38 WIB

 

DISIPLIN: Aparatur sipil negara mengikuti apel pagi di halaman Kantor Bupati Banjar sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan kinerja pegawai. (Prokopim Banjar)
DISIPLIN: Aparatur sipil negara mengikuti apel pagi di halaman Kantor Bupati Banjar sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan kinerja pegawai. (Prokopim Banjar)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Kritik Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayudha yang menyebut mental sebagian aparatur sipil negara (ASN) masih sebatas "datang absen, ngopi, sore absen lagi" memicu respons dari kalangan ASN di Kalimantan Selatan. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh aparatur karena banyak ASN yang bekerja profesional dan melayani masyarakat setiap hari.

Salah seorang ASN kementerian yang bertugas di Kalimantan Selatan mengaku keberatan jika pernyataan itu ditujukan kepada seluruh ASN. Menurutnya, masih banyak aparatur yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, termasuk bekerja di lapangan hingga memberikan pelayanan publik.

"Kalau ucapan itu diarahkan kepada seluruh ASN, menurut saya terlalu melukai hati. Banyak ASN yang setiap hari bekerja, ada yang menempuh perjalanan jauh, bertugas di lapangan, sampai melayani masyarakat dengan berbagai karakter dan tuntutan," ujarnya.

Ia menilai pejabat publik seharusnya menyampaikan kritik secara lebih proporsional dan berdasarkan kondisi birokrasi secara menyeluruh.

"Kalau kata-kata itu sepertinya tidak cocok diarahkan oleh seorang Ketua Komisi II DPR RI," tambahnya.

Baca Juga: Rifqinizamy Kritik Mental ASN: Datang Absen, Ngopi, Pulang Lagi

Akui Ada Oknum, Bukan Mayoritas

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar Nashrullah juga memahami munculnya keberatan dari kalangan ASN.

Ia menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap masih adanya aparatur yang memiliki disiplin dan etos kerja rendah. Namun, jumlahnya dinilai sangat kecil dan telah menjadi perhatian dalam pembinaan kepegawaian.

"Pada dasarnya kita tidak memungkiri ada ASN yang punya mental seperti itu. Tapi kalau dipersentasekan mungkin tidak sampai lima persen. Itu pun sudah dalam pembinaan. Bahkan kalau sudah tidak bisa dibina lagi, akan masuk tahapan hukuman disiplin," katanya melalui pesan WhatsApp.

Menurut Nashrullah, yang menjadi persoalan ialah munculnya kesan bahwa seluruh ASN memiliki pola kerja seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPR.

"Yang kita sayangkan adalah menggeneralisasi seolah-olah semua ASN seperti itu. Padahal banyak ASN yang bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Baca Juga: Banyak ASN Bekerja Melebihi Jam Kantor, Kritik Rifqinizamy Diminta Jadi Evaluasi Bersama

Sistem Penilaian Kinerja Kini Lebih Ketat

Nashrullah menjelaskan sistem manajemen ASN saat ini telah mengalami banyak perubahan dibanding beberapa tahun lalu.

Kinerja pegawai kini dipantau melalui aplikasi e-Kinerja yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selain itu, pengembangan karier ASN juga mulai mengacu pada Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) sehingga kompetensi menjadi salah satu faktor utama dalam promosi jabatan.

"Dengan SIMATA, kompetensi ASN sangat berpengaruh terhadap kariernya. Jadi sistem sekarang sudah jauh lebih objektif dalam menilai kinerja pegawai," jelasnya.

Menurutnya, gambaran ASN yang datang ke kantor hanya untuk mengisi absensi kemudian meninggalkan tempat kerja lebih banyak terjadi pada masa lalu. Seiring reformasi birokrasi dan digitalisasi sistem kepegawaian, pola kerja seperti itu dinilai semakin jarang ditemukan.

"Apa yang sedang viral itu mungkin gambaran ASN masa lalu. Kalau sekarang rasanya sudah sangat jarang kita temui hal-hal seperti itu," pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
Rifqinizamy Karsayudha ASN Kalimantan Selatan kritik ASN DPR e-Kinerja ASN SIMATA ASN