Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPRD Upayakan Bawa Penurunan APBD 2027 Pemkab Tabalong ke Adkasi Nasional

Ibnu Dwi Wahyudi • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:20 WIB
SIDANG PARIPURNA : Jajaran DPRD Tabalong saat menerima berkas rancangan APBD 2027 dari Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani.

(Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)
SIDANG PARIPURNA : Jajaran DPRD Tabalong saat menerima berkas rancangan APBD 2027 dari Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani. (Foto  : Ibnu Dwi Wahyudi/ Radar Banjarmasin)

 RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Tanjung - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong, Riza Fahlipi memberi tanggapan terhadap menurunnya proyeksi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Tabalong tahun 2027. 

Tanggapan disampaikan usai menerima berkas Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027, belum lama tadi. 

Ia menyebutkan, pendapatan daerah tahun 2027 sebesar Rp1,882 triliun, sementara belanja daerah Rp2,342 triliun. Selisihnya Rp460,46 miliar. Dana selisih akan ditutup melalui pembiayaan netto bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Menurutnya, pendapatan tersebut anjlok drastis dan akan ada dampaknya. "Kalau ini benar terjadi tentu akan berdampak pada pelaksanaan berbagai program pembangunan, termasuk kemampuan daerah dalam memenuhi belanja pegawai," jelasnya, Minggu (12/7/2026).

Ia menilai, kekurangan itu salah satu penyebabnya kurangnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.

Sebagai solusi, Riza akan membawa masalah ini dalam rapat koordinasi Adkasi wilayah dan nasional. Hasil pembahasan akan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. "Agar pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kondisi fiskal daerah," cetusnya.

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani dalam rapat Paripurna DRPD sebelumnya mengumumkan meski terjadi penurunan APBD, Pemkab Tabalong akan berupaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. 

“Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen, inflasi di angka 2–4 persen, tingkat kemiskinan 4,15 persen, Indeks Pembangunan Manusia mencapai 77,88, tingkat pengangguran 3,40 persen, dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 80,” bebernya.

Untuk kebijakan pendapatan daerah akan difokuskan pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara belanja daerah diprioritaskan untuk peningkatan pelayanan publik, pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur, penguatan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan hidup. 

Bupati berharap pendapatan daerah itu  menghasilkan APBD berkualitas, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Editor : Arif Subekti
APBD Tabalong tanjung dprd